KPR 40 Tahun Ditawarkan di Danantara Housing Expo 2026, Apa yang Perlu Dicermati?

2026-08-28 13:01:11

2026-08-28 13:01:11

KPR 40 Tahun Ditawarkan di Danantara Housing Expo 2026, Apa yang Perlu Dicermati?

Opsi kredit pemilikan rumah (KPR) dengan tenor hingga 40 tahun menjadi salah satu sorotan dalam Danantara Housing Expo 2026. Jangka waktu yang jauh lebih panjang ini dirancang untuk menekan besaran angsuran bulanan sehingga akses kepemilikan rumah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menyampaikan bahwa pembiayaan tersebut tersedia dengan jangka waktu 30 tahun, bahkan sampai 40 tahun. Menurutnya, perpanjangan tenor dapat membuat cicilan rumah berada di bawah Rp 1 juta untuk pilihan hunian tertentu. Skema itu dapat diakses melalui bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara).

Tenor Panjang Menekan Beban Cicilan Bulanan

KPR pada umumnya disebut memiliki jangka waktu sekitar 10 sampai 15 tahun. Dengan opsi sampai 40 tahun, pembayaran pokok pinjaman dibagi ke dalam periode yang lebih panjang. Dampak paling langsung bagi calon pembeli adalah angsuran bulanan yang lebih ringan dibandingkan tenor pendek untuk nilai pembiayaan yang sama.

COO BPI Danantara Dony Oskaria membandingkan nominal cicilan dalam skema tersebut dengan biaya menyewa kamar kos. Perbedaannya, pembayaran KPR mengarah pada kepemilikan rumah. Ia juga menyatakan bahwa fasilitas tenor hingga 40 tahun terbuka bagi siapa saja, sementara pameran tersebut dirancang agar dapat diakses berbagai kalangan.

Bagi pembeli rumah, cicilan yang lebih rendah dapat membantu menjaga ruang dalam anggaran bulanan. Namun, tenor panjang tidak semestinya dinilai hanya dari angka angsuran awal. Calon debitur tetap perlu memahami seluruh ketentuan pembiayaan yang diberikan bank sebelum menentukan jangka waktu pinjaman.

Uang Muka dan Bunga Mulai dari Angka Rendah

Selain tenor panjang, pembiayaan selama pameran menawarkan ketentuan uang muka mulai dari 1 persen dan suku bunga mulai dari 2,75 persen. Kata “mulai” penting diperhatikan karena menunjukkan angka awal, bukan berarti seluruh pemohon atau seluruh rumah otomatis memperoleh persyaratan yang sama.

Pembeli perlu meminta penjelasan terperinci mengenai syarat untuk mendapatkan uang muka dan bunga tersebut. Perhatikan pula bagaimana ketentuan bunga berlaku sepanjang masa kredit. Langkah ini penting agar keputusan tidak hanya bertumpu pada cicilan yang ditampilkan, melainkan pada gambaran kewajiban pembayaran yang benar-benar berlaku bagi pemohon.

Pameran itu memuat rumah bersubsidi dan pilihan hunian pada rentang harga yang beragam. Rosan menyebut harga mulai sekitar Rp 120 jutaan, dengan contoh unit Rp 125 juta dan Rp 140 juta. Pilihan lain disebut mencapai Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar. Keragaman tersebut menegaskan bahwa nominal angsuran akan bergantung pada harga rumah serta skema pembiayaan yang digunakan.

Opsi 40 Tahun Bukan Kewajiban

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menjelaskan bahwa batas tenor yang sebelumnya maksimal 20 tahun telah diubah menjadi opsi hingga 40 tahun. Perubahan regulasi itu ditujukan untuk mengurangi hambatan masyarakat ketika membeli rumah.

Penekanannya berada pada kata “opsi”. Pembeli tidak harus mengambil jangka waktu terpanjang apabila kemampuan keuangannya memungkinkan tenor yang lebih singkat. Maruarar juga menjelaskan bahwa peminjam yang memilih tenor 40 tahun dapat melunasi KPR setelah tiga tahun.

Fleksibilitas ini memberi ruang bagi pembeli untuk menyesuaikan tenor dengan kondisi keuangan. Tenor panjang bisa meringankan pengeluaran rutin, sedangkan pelunasan lebih cepat dapat menjadi pilihan ketika kemampuan pembayaran meningkat. Sebelum mengambil keputusan, pembeli sebaiknya memastikan prosedur serta ketentuan pelunasan langsung kepada bank pemberi kredit.

Pertimbangan Praktis bagi Pembeli dan Investor

Bagi pembeli rumah pertama, keterjangkauan cicilan perlu dilihat bersama kecocokan hunian dengan kebutuhan jangka panjang. Masa kredit 40 tahun merupakan komitmen yang sangat panjang, sehingga lokasi, fungsi rumah, serta kemampuan mempertahankan pembayaran perlu dipertimbangkan secara menyeluruh.

Investor juga tidak cukup menilai properti dari ringannya cicilan bulanan. Rentang harga dan tenor yang tersedia memang memperluas alternatif pembiayaan, tetapi keputusan tetap harus didasarkan pada tujuan kepemilikan dan kemampuan memenuhi kewajiban kredit. Informasi dari pameran merupakan titik awal; ketentuan final berada pada proses pembiayaan melalui perbankan.

Skema tenor hingga 40 tahun menunjukkan adanya upaya memperluas pilihan bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah. Meski demikian, cicilan rendah sebaiknya tidak menjadi satu-satunya ukuran. Pembeli perlu membandingkan tenor, memastikan syarat uang muka dan bunga, serta memilih rumah yang sesuai dengan kebutuhan riil.

Untuk pembaca yang sedang mempertimbangkan hunian modern di Jakarta Barat, informasi mengenai pilihan kawasan dan karakter hunian juga dapat dipelajari melalui MeruyaLand sebagai bagian dari proses riset sebelum mengambil keputusan.

Sumber Informasi

detikProperti: Beli Rumah di Danantara Housing Expo Bisa KPR 40 Tahun, Cicilan Under Rp 1 Juta!

Saatnya Memiliki Rumah Modern di Jakarta Barat

Temukan hunian berkualitas dengan desain modern dan lokasi strategis bersama MeruyaLand.

🏡 Lihat tipe rumah dan promo terbaru di MeruyaLand.com

Artikel lainnya

dikembangkan oleh

Infiniti Office, Arcade Business Center 6th Floor Unit 6-03, Jl. Pantai Indah Utara 2 Kav. C1, PIK Penjaringan, Jakarta Utara 14460

meruyaland@gmail.com

Frida 081296368540

Ruslan 085211592799

Official Lending Partner