Rumah Tahan Gempa BRIN Tetap Kokoh Setelah Gempa M7,7 di NTT

2026-08-24 13:01:14

2026-08-24 13:01:14

Rumah Tahan Gempa BRIN Tetap Kokoh Setelah Gempa M7,7 di NTT

Gempa bermagnitudo M7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 menjadi ujian nyata bagi tiga prototipe rumah tahan gempa buatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Hasil pemantauan menunjukkan seluruh rumah tersebut masih berdiri kokoh dan tidak mengalami retak struktural.

Ketiga rumah cepat bangun itu berada di Dusun Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat. Pemeriksaan setelah gempa tidak menemukan retakan pada dinding, kolom, ataupun fondasi. Temuan ini memberi gambaran penting mengenai peran desain, susunan struktur, dan metode konstruksi dalam mengurangi risiko kerusakan bangunan di wilayah rawan gempa.

Kerusakan Terbatas pada Bagian Kosmetik

Kondisi bangunan bukan berarti sepenuhnya tanpa kerusakan. Sebagian keramik dinding kamar mandi terlepas dari ikatan semen pada panel Sandwich EPS, kemudian pecah akibat guncangan. Namun, kerusakan tersebut dikategorikan bersifat kosmetik dan tidak ditemukan pada unsur utama yang menopang bangunan.

Perbedaan antara kerusakan kosmetik dan struktural perlu dipahami oleh pemilik rumah. Lapisan penutup seperti keramik dapat rusak tanpa secara langsung menunjukkan kegagalan struktur. Sebaliknya, kondisi dinding, kolom, dan fondasi menjadi bagian penting dalam pemeriksaan bangunan setelah gempa. Penilaian teknis tetap diperlukan agar keadaan rumah tidak disimpulkan hanya dari tampilan permukaannya.

Ketiga prototipe berada di dekat bangunan Sekolah Dasar Rangko. Berdasarkan dokumentasi per 16 Agustus 2026, sekolah tersebut mengalami kerusakan pada struktur akibat gempa. Perbedaan kondisi dua jenis bangunan yang berdekatan itu memperlihatkan bahwa karakter konstruksi turut menentukan bagaimana sebuah bangunan merespons guncangan.

Prinsip Struktur untuk Menghadapi Guncangan

Rumah-rumah tersebut dibuat pada 2021–2022 sebagai bagian dari pengembangan teknologi konstruksi tahan gempa. Teknologinya mula-mula dirintis oleh BPPT, kemudian dilanjutkan BRIN setelah integrasi lembaga riset. Rancangannya ditujukan untuk kawasan dengan risiko gempa tinggi seperti NTT.

Salah satu prinsip yang diterapkan adalah “strong column, weak beam”. Dalam pendekatan ini, kolom dibuat lebih kuat daripada balok sehingga sendi plastis diharapkan terbentuk ketika gempa terjadi. Struktur bangunan juga dibuat simetris dan ringan. Menurut penjelasan BRIN, karakter tersebut membuat bangunan lebih stabil dalam menahan guncangan sekaligus memudahkan proses pembuatan, pengangkutan, dan pemasangan.

Bagi pembeli rumah, informasi ini menunjukkan bahwa klaim tahan gempa sebaiknya ditelusuri hingga aspek konstruksinya. Bentuk bangunan yang menarik tidak cukup untuk menjelaskan ketahanannya. Susunan struktur, kekuatan kolom dan balok, bobot bangunan, serta mutu pemasangan merupakan hal yang relevan untuk ditanyakan dan diperiksa berdasarkan dokumen teknis yang tersedia.

BRIN Masih Menyiapkan Validasi Laboratorium

Walaupun hasil pemantauan lapangan menunjukkan struktur ketiga rumah tetap baik, BRIN masih akan melakukan pengujian lanjutan. Validasi teknis direncanakan melalui uji siklik sesuai SNI 3966:2012 di laboratorium Pusat Riset Kekuatan Struktur.

Rencana pengujian tersebut penting karena pengamatan setelah kejadian dan pengujian laboratorium memiliki fungsi berbeda. Kondisi rumah pascagempa memberikan bukti lapangan, sementara uji teknis diperlukan untuk mengukur performa konstruksi melalui metode yang terstandar. Karena proses validasi masih akan dilakukan, hasil awal ini perlu dibaca sebagai temuan pemantauan lapangan yang menjanjikan, bukan alasan untuk mengabaikan pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk rumah modular tahan gempa generasi kedua, BRIN juga menambahkan rubber bearing seismic. Komponen berbahan dasar karet alam atau polimer elastis itu dikembangkan oleh Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN. Cara kerjanya adalah memisahkan struktur bagian bawah dan atas bangunan, lalu membantu menahan gaya geser ketika gempa terjadi sehingga dampak guncangan yang diterima struktur dapat dikurangi.

Pelajaran Praktis bagi Pembeli Rumah dan Investor

Temuan di Manggarai Barat menegaskan pentingnya mitigasi sejak tahap perencanaan bangunan. BRIN mendorong teknologi rumah modular tahan gempa untuk dipertimbangkan sebagai salah satu model dalam rehabilitasi dan rekonstruksi rumah masyarakat, baik di NTT maupun kawasan rawan gempa lainnya. BRIN juga menilai edukasi mitigasi bencana dan standar bangunan tahan gempa perlu diintegrasikan ke dalam kebijakan perumahan daerah.

Bagi pembeli rumah, pemeriksaan sebaiknya tidak berhenti pada luas, tata ruang, dan kondisi finishing. Informasi tentang sistem struktur dan penerapan standar bangunan juga patut menjadi bahan pertimbangan. Setelah gempa, pemilik perlu membedakan kerusakan pelapis dari kemungkinan gangguan pada elemen struktural dan mencari pemeriksaan teknis ketika kondisi bangunan belum dapat dipastikan.

Investor properti pun dapat melihat ketahanan bangunan sebagai bagian dari pengelolaan risiko jangka panjang. Kualitas struktur berkaitan dengan potensi kerusakan dan kebutuhan pemulihan setelah bencana. Namun, keputusan tetap perlu didasarkan pada dokumen serta hasil pemeriksaan teknis, bukan semata-mata istilah pemasaran tentang rumah tahan gempa.

Untuk pencarian hunian modern di Jakarta Barat, pembaca juga dapat mempertimbangkan kebutuhan struktur, fungsi ruang, dan kesiapan bangunan secara menyeluruh, lalu mengunjungi MeruyaLand sebagai salah satu sumber informasi hunian di kawasan tersebut.

Sumber Informasi

Detik Properti — BRIN Bikin Rumah Tahan Gempa di NTT di 2022, Masih Kokoh Sekarang?

Saatnya Memiliki Rumah Modern di Jakarta Barat

Temukan hunian berkualitas dengan desain modern dan lokasi strategis bersama MeruyaLand.

🏡 Lihat tipe rumah dan promo terbaru di MeruyaLand.com

Artikel lainnya

dikembangkan oleh

Infiniti Office, Arcade Business Center 6th Floor Unit 6-03, Jl. Pantai Indah Utara 2 Kav. C1, PIK Penjaringan, Jakarta Utara 14460

meruyaland@gmail.com

Frida 081296368540

Ruslan 085211592799

Official Lending Partner