Serapan Anggaran Kementerian PKP Capai Rp 3,608 Triliun, Bedah Rumah Jadi Prioritas
2026-08-22 13:01:12
2026-08-22 13:01:12
Program perbaikan rumah tidak layak huni menjadi pusat belanja Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) pada 2026. Dari pagu yang telah bertambah menjadi sekitar Rp 12,5 triliun, sebanyak Rp 8,57 triliun dialokasikan untuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program yang lebih dikenal sebagai bedah rumah.
Besarnya alokasi tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan kualitas rumah yang sudah ditempati masyarakat menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Hingga 19 Agustus 2026, realisasi anggaran Kementerian PKP tercatat Rp 3,608 triliun, setara 35 persen dari pagu non-Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp 10,309 triliun.
Pagu Bertambah untuk Hunian Korban Bencana
Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan perkembangan anggaran itu dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat mengenai laporan keuangan pemerintah pusat APBN Tahun Anggaran 2025 di Jakarta pada 20 Agustus 2026. Nilai serapan 35 persen tersebut dihitung berdasarkan pagu awal dan belum memasukkan ABT.
Kementerian PKP memperoleh ABT senilai Rp 2,2 triliun. Tambahan tersebut ditujukan untuk pembangunan hunian tetap bagi masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera. Setelah penambahan itu, pagu kementerian meningkat dari sekitar Rp 10,3 triliun menjadi Rp 12,5 triliun.
Kementerian menargetkan realisasi anggaran mencapai 97 persen pada akhir 2026. Karena itu, percepatan penyerapan menjadi agenda penting dalam sisa tahun anggaran. Bagi masyarakat, laju realisasi perlu dibaca bersama keluaran fisiknya, seperti jumlah rumah yang diperbaiki, hunian khusus yang dibangun, serta kawasan kumuh yang ditata.
BSPS Menjangkau 400 Ribu Rumah
BSPS mendapat porsi 68,4 persen atau Rp 8,57 triliun, menjadikannya alokasi terbesar dalam anggaran Kementerian PKP. Dana tersebut dipersiapkan untuk merenovasi 400 ribu rumah tidak layak huni yang tersebar di wilayah perkotaan, pesisir, dan pedesaan.
Cakupan geografis itu penting karena persoalan kelayakan tempat tinggal tidak hanya muncul di kota padat. Masyarakat pesisir dan perdesaan juga menjadi bagian dari sasaran perbaikan. Fokus BSPS pada rumah yang sudah ada sekaligus menunjukkan pendekatan pemerintah tidak semata-mata berupa pembangunan unit baru, tetapi juga peningkatan mutu hunian yang ditempati warga.
Untuk calon pembeli rumah, keberadaan program perbaikan skala besar dapat menjadi pengingat bahwa kelayakan bangunan perlu dinilai secara menyeluruh. Kondisi atap, struktur, lantai, sanitasi, dan lingkungan sekitar patut diperiksa sebelum transaksi. Investor pun perlu memperhitungkan biaya pemeliharaan dan perbaikan, bukan hanya lokasi dan potensi kenaikan nilai aset.
Rumah Khusus, Rusun, dan Kawasan Kumuh
Di luar BSPS, Kementerian PKP mengalokasikan Rp 2,418 triliun untuk membangun 8.462 rumah khusus. Pos rumah susun memperoleh Rp 373,5 miliar atau 2,98 persen dari anggaran, dengan rencana pembangunan 22 rusun di Indonesia.
Anggaran lainnya mencakup Rp 170,3 miliar untuk penataan kawasan kumuh di 15 lokasi dan Rp 25,06 miliar untuk bantuan prasarana, sarana, dan utilitas atau PSU. Dukungan manajemen dan Turbinwas memperoleh Rp 971,21 miliar.
Komposisi tersebut menggambarkan beberapa lapisan penanganan kebutuhan perumahan: memperbaiki rumah milik atau yang ditempati masyarakat, membangun hunian khusus dan rusun, serta membenahi lingkungan permukiman. Dari sudut pandang pembeli, kualitas rumah dan kualitas kawasan sebaiknya tidak dipisahkan. Akses terhadap prasarana, sarana, utilitas, serta kondisi lingkungan sekitar dapat memengaruhi kenyamanan penggunaan maupun daya tahan nilai properti.
Persyaratan Bedah Rumah Dipermudah
Pemerintah juga mengubah ketentuan BSPS untuk mempercepat pelaksanaan program. Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 5 Tahun 2026 yang disebut dalam rapat, calon penerima bantuan tidak harus memiliki Sertifikat Hak Milik. Surat pernyataan menempati rumah dinilai cukup untuk memenuhi aspek penguasaan tempat tinggal dalam program tersebut.
Kriteria kerusakan juga dibuat lebih fleksibel. Sebelumnya, penilaian memperhatikan tiga bagian, yaitu atap, struktur, dan lantai. Dengan perubahan yang disampaikan, rumah yang hanya mengalami kerusakan atap tetap dapat diperbaiki melalui program BSPS.
Pelonggaran ini berpotensi memperluas akses bagi penghuni yang kondisi rumahnya membutuhkan penanganan, tetapi belum mempunyai SHM atau tidak mengalami kerusakan pada seluruh unsur bangunan. Meski demikian, pembeli rumah di pasar umum tetap perlu melakukan pemeriksaan dokumen pertanahan dan status penguasaan secara cermat. Ketentuan penerima bantuan pemerintah tidak dapat disamakan dengan pemeriksaan legalitas yang dibutuhkan dalam transaksi properti.
Perkembangan anggaran PKP juga menegaskan bahwa hunian yang baik ditentukan oleh kombinasi kondisi bangunan, kepastian penggunaan, dan mutu lingkungan. Pembaca yang sedang mencari alternatif tempat tinggal dapat mempertimbangkan hunian modern di Jakarta Barat dan mengunjungi MeruyaLand untuk memperoleh informasi lebih lanjut.
Sumber Informasi
detikProperti — Kementerian PKP Sudah Habiskan Anggaran Rp 3,6 T, Begini Penggunaannya
Saatnya Memiliki Rumah Modern di Jakarta Barat
Temukan hunian berkualitas dengan desain modern dan lokasi strategis bersama MeruyaLand.
🏡 Lihat tipe rumah dan promo terbaru di MeruyaLand.com
- Konektivitas Menjadi Faktor Penting dalam Pertumbuhan Kawasan Hunian
- Rumah Tasya Farasya Retak, Biaya Perbaikan Struktur Ditaksir Rp 5-6 Miliar
- 937.671 Rumah Dibangun dan Direnovasi hingga Oktober 2026, Dana Non-APBN Mendominasi
- Rumah Tasya Farasya Retak Sebelum Setahun Dihuni, Struktur Bangunan Diperiksa
- Park House, Rumah Masa Kecil Putri Diana, Terbengkalai Sejak 2021
- Sengketa Lahan Tanah Abang Menahan Rencana Pembangunan Rusun
- Rumah Terbengkalai di Philadelphia Jadi Lokasi Penyelidikan, Tulang dan Brankas Ditemukan
- Pelajaran dari Mesa Verde: Hunian Bisa Ditinggalkan Saat Air dan Sumber Daya Terbatas
- Renovasi East Potomac Golf Course Disorot Setelah 430 Pohon Ditebang
- Renovasi Rumah Luna Maya di Bali Rampung Setelah Dicicil Empat Tahun
- Bodie, Kota Tambang Emas yang Berubah Menjadi Kota Hantu
- Danantara Siapkan 12 Smart City, Padalarang Dirancang Tampung hingga 250.000 Hunian
- Rumah Idaman Thom Haye di Bandung: Terang, Modern, Bersih, dan Sejuk
- Fajar Sadboy Beli Rumah Pertama setelah Bertahun-tahun Mengontrak
- Teddy Siagian Jadi Plt Dirjen Perumahan Perdesaan, Kementerian PKP Percepat Program 3 Juta Rumah
- Usulan Harga Rumah Subsidi hingga Rp 500 Juta, Apa Dampaknya bagi Pembeli?
- BRAN Disiapkan Tangani Konflik Agraria, Pembagian Tugas dengan ATR/BPN Diperjelas
- Sengketa Kerusakan Royal Lodge Sisakan Tagihan Rp30 Miliar setelah Andrew Pindah
- Konsumen LRT City Temui DPR, Empat Proyek Ditargetkan Rampung Bertahap hingga 2028
- Bunker Bawah Tanah Rp 80 Miliar di Los Angeles Terjual, Apa Keistimewaannya?
- Rumah Kesha Ratuliu Disebut Sempit, Ini Pelajaran soal Prioritas Hunian Keluarga
- Kampung Pelangi dan Kontras Hunian di Tengah Kawasan Elite Jakarta Selatan
- Penjualan Rumah Subsidi Turun, Himperra Usulkan Insentif dan Perluasan FLPP
- Shani Shingnapur, Kota di India dengan Rumah Tanpa Pintu
- Kisah Marmer Masjid Nabawi dan Pelajaran Memilih Material Hunian
- Rumah Saudagar di Lubang Buaya, Saksi Sejarah yang Dipertahankan Tetap Asli
- Danantara Lanjutkan Pembangunan Apartemen LRT City Mulai 1 Oktober 2026
- LHKPN Kalapas Cibinong Nonaktif Catat Lima Properti Senilai Rp 2,7 Miliar
- Realisasi FLPP 2026 Baru 45,15 Persen, Pasokan dan Kelayakan KPR Jadi Tantangan
- Kasus Penipuan Investasi Properti Rp 698 Miliar, Pelajaran Penting bagi Investor
- Proyek Ballroom Gedung Putih Disorot, Trump Ajak Xi Jinping Melihat Pembangunan
- Revitalisasi Keraton Solo Menjangkau 13 Kawasan dengan Anggaran Rp150 Miliar
- BRAN Akan Tangani Konflik Tanah Komunal Setelah RUU Reforma Agraria Disahkan
- Kasus Apartemen Mangkrak di Ciputat, Kerugian Ana Riana dan Pelajaran bagi Pembeli
- Pemerintah Siapkan Batas Minimum dan Maksimum Kepemilikan Tanah
- Rumah Baru Rey Mbayang dan Dinda Hauw di Tangsel Masuki Tahap Finishing
- Rumah Indonesia di Nagoya Menjadi Pusat Layanan 430 Atlet Asian Games 2026
- Sulawesi Selatan Targetkan Bangun dan Renovasi 142 Rumah Layak pada 2026
- Status HGB Summarecon di Bogor Belum Berubah di Tengah Pemeriksaan KPK
- ATR/BPN Terima Aset Rampasan KPK untuk Rumah Dinas dan Operasional
- Summarecon Agung Hormati Proses Hukum Kasus Dugaan Suap HGB di Bogor
- Adhi Karya Pastikan ADCP Tidak Dilepas, Empat Proyek Belum Serah Terima Masih Dikaji
- Sekitar 7.000 Kawasan Kumuh Masih Menjadi Tantangan Perumahan Indonesia
- Program Bedah Rumah Targetkan 400.000 Hunian, Penghasilan di Bawah UMP Bisa Mengajukan
- Harga Rumah Subsidi 2027 Masih Dibahas, Usulan Kenaikan 12 Persen Jadi Pertimbangan
- Konstruksi Bawah Tanah Iran Disorot, Ini Pelajaran Due Diligence bagi Pembeli Properti
- Rumah Nicolas Cage di Malibu Terancam Lubang Besar Setelah Hujan Deras
- Penthouse Dekat Kedutaan Israel Dijual, Harga Salah Satu Unit Turun Rp165 Miliar
- BNPB Verifikasi 51.591 Rumah Terdampak Gempa Flores NTT
- Abu Vulkanik Masuk Rumah, Pengalaman Sejumlah Figur Publik Jadi Pengingat bagi Penghuni
- RUPSLB Kedua Modernland Akan Bahas Pengalihan dan Penjaminan Aset
- 500 Rumah Modular Tahan Gempa Disiapkan untuk Korban Bencana NTT
- DPR Soroti Syarat Program Bedah Rumah yang Dinilai Terlalu Rumit
- 250 Rumah Gratis untuk MBR di Tangerang Belum Disalurkan Meski Pembangunan Rampung
- Arahan Prabowo: Kualitas Rumah dan Lingkungan Permukiman Perlu Ditingkatkan
- KPR Subsidi Tenor 40 Tahun Belum Bisa Disalurkan, Bank Menunggu Arahan BP Tapera
- Genteng Sabut Kelapa BRIN Tawarkan Material Atap Ringan dari Limbah
- Rumah di Atas Sungai Dikaji sebagai Alternatif Hunian Perkotaan
- KPR 40 Tahun Ditawarkan di Danantara Housing Expo 2026, Apa yang Perlu Dicermati?
- Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Lebih dari 130 Ribu Pilihan Rumah
- Cicilan Rusun Subsidi Meikarta Mulai Rp1,7 Juta, Ini Syarat FLPP dan Hal yang Perlu Dicermati
- Desa Adat Sade Direkonstruksi, Arsitektur Tradisional Sasak Tetap Dipertahankan
- Rumah Tahan Gempa BRIN Tetap Kokoh Setelah Gempa M7,7 di NTT
- MA AS Izinkan Pembangunan Ballroom Gedung Putih Senilai Rp 7,1 Triliun Berlanjut
- Serapan Anggaran Kementerian PKP Capai Rp 3,608 Triliun, Bedah Rumah Jadi Prioritas
- Menteri PKP Usulkan Larangan Atap Asbes untuk Rumah Baru dan Renovasi Pemerintah
- Perumahan Dekat Meruya, Pilihan Rumah Nyaman di Jakarta Barat yang Masih Layak Dilirik
- Cara Mengajukan KPR untuk Rumah di Meruyaland, Begini Alurnya dari Booking Hingga Akad
- Jual Rumah Meruya Utara? Kenapa Banyak Orang Sekarang Mulai Melirik Kawasan Ini
- 7 Ciri Rumah Membawa Sial
- Tempat Ngopi di Meruya Dari Mulai Cafe, Coffee Shop, dan Warung Kopi
- Perumahan Jakarta Barat Harga Terjangkau Kualitas Terbaik
- Meruya di Jakarta Mana? Ini Lokasi, Kode Pos, dan Tempat Populer di Meruya Jakarta Barat
- Cari Rumah & Tanah di Meruya? MeruyaLand.com Saja!
- Sambut Tahun Baru 2026 Dengan Punya Rumah Baru
- Rumah Mewah di Jakarta Barat 2 Lantai
- Perumahan Eksklusif Jakarta Barat Meruya Land
- Meruya Land Daerah Strategis Untuk Hunian Masa Depan Keluarga Anda
- Rumah Dijual Jakarta Barat Tanpa Perantara Meruya Land
- Cari KPR Rumah di Jakarta Barat, Meruya Land Saja!
- Cari Rumah Dijual Jakarta Barat? Temukan Pilihan Terbaik di Sini!
- Tempat Nongkrong di Meruya
- Jual Rumah Cluster Meruya 2 Lantai Luas 125 Meter lebih
- Harga Rumah di Meruya Jakarta Barat
- Rumah Meruya Dijual Luas 124 Meter 2 Lantai
- Perumahan Cluster Baru Meruya
- Menjelajahi Meruya, Jakarta Barat - Kode Pos dan Informasi Penting
- Cari Rumah Meruya Residence Jakarta Barat? Meruya Land Solusinya
- Tips Biaya Renovasi Rumah di Jakarta Lengkap, Hemat dan Efisien
- Jual Rumah di Meruya Jakarta Barat - Meruyaland Pilihan Terbaiknya
- Mencari rumah real estate di Jakarta Barat untuk investasi? Meruyaland
- Pasar Meruya, Jakarta Barat: Mengintip Denyut Kehidupan Pasar Tradisional
- Meruya: Kebijakan Ganjil Genap dalam Mengatasi Kemacetan
- Kode Pos Meruya Utara: Informasi Lengkap dan Pentingnya Bagi Warga
- Perumahan Baru di Jakarta Barat: Investasi Cerdas di Meruya Land
- Rumah Murah di Jakarta Barat: Temukan Pilihan Terbaik di Meruya Land
- Perumahan bebas banjir di Jakarta Barat
- Kredit Rumah Murah di Jakarta Barat Solusi Hunian Modern bagi Generasi Milenial
- Perumahan di Jakarta Barat Milenial Dengan Desain Modern
- Rumah dijual di Kembangan Jakarta Barat Harga Terjangkau
- Cari Rumah di Daerah Meruya? Meruya Land Pilihan Terbaik Anda
- Dijual Rumah Cluster Premium Murah di Jakarta Utara
- Beli Rumah Cluster di Jakarta? Pilih Meruya Land!
- Rumah 2 Lantai Tanah Luas +-120 meter Dijual Di Jakarta Harga Terjangkau
- Rumah Dijual di Meruya Jakarta Utara
- Update Harga Tanah per Meter di Jabodetabek Tahun 2023
- Ini Penyebab Harga Rumah Terus Naik
- Investasi
dikembangkan oleh
Official Lending Partner