BRAN Akan Tangani Konflik Tanah Komunal Setelah RUU Reforma Agraria Disahkan
2026-09-24 13:01:05
2026-09-24 13:01:05
Penanganan konflik tanah yang melibatkan kelompok masyarakat akan memperoleh jalur kelembagaan baru. Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN), yang juga disebut sebagai Lembaga Penyelenggara Reforma Agraria (LPRA), direncanakan menjadi mediator dalam perkara agraria antara rakyat dan korporasi setelah Rancangan Undang-Undang tentang Pengaturan Reforma Agraria disahkan menjadi undang-undang.
Kehadiran badan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengambil alih seluruh urusan pertanahan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Pemerintah masih merancang pembagian tugas kedua lembaga, terutama dalam membedakan perkara yang bersifat administratif dan konflik yang melibatkan kepentingan komunal.
BRAN Berada di Bawah Kepemimpinan Presiden
BRAN atau LPRA dirancang sebagai lembaga nasional yang bertugas merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi reforma agraria. Lembaga ini juga akan membantu penyelesaian konflik agraria di berbagai daerah serta berada langsung di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia.
Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menjelaskan bahwa kementeriannya diproyeksikan tetap menangani bahan awal dan proses administrasi. Setelah tahap tersebut, perkara yang sesuai dengan kewenangan badan baru dapat dilimpahkan kepada BRAN atau LPRA. Bentuk operasional dan alur pelimpahan itu masih akan disimulasikan.
Pembagian kewenangan tersebut turut menentukan direktorat mana yang kelak perlu dilebur ke dalam lembaga baru. Namun, sumber menegaskan bahwa tidak semua kegiatan mediasi konflik agraria akan berpindah dari Kementerian ATR/BPN.
Konflik dan Sengketa Akan Dibedakan
Salah satu titik penting dalam rancangan pembagian kerja adalah perbedaan antara konflik dan sengketa. Perkara antarindividu kemungkinan tetap berada dalam penanganan Kementerian ATR/BPN karena umumnya berkaitan dengan administrasi pertanahan.
Sementara itu, BRAN atau LPRA diproyeksikan menangani konflik berdimensi komunal. Cakupannya dapat meliputi perselisihan antara kelompok masyarakat dan korporasi, masyarakat dan badan usaha milik negara, serta masyarakat dan barang milik negara.
Pemisahan ini menunjukkan bahwa jenis pihak yang terlibat akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan lembaga penanganan. Meski demikian, rincian konsepnya belum final karena pemerintah masih perlu menyimulasikan hubungan kerja, proses administrasi, dan pelimpahan perkara antara ATR/BPN dengan badan baru tersebut.
RUU Reforma Agraria Melewati Pembahasan Panjang
Rencana pembentukan BRAN berkaitan langsung dengan RUU Pengaturan Reforma Agraria. Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia telah menyetujui rancangan tersebut untuk disahkan menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna ke-6 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027.
Persetujuan berlangsung di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Selasa, 22 September 2026. Sebelum mencapai rapat paripurna, pembahasan melibatkan rangkaian rapat kerja bersama kementerian dan lembaga terkait. Proses itu mencakup pembahasan 596 Daftar Inventarisasi Masalah, pembentukan Panitia Kerja, serta pembentukan Tim Perumus dan Sinkronisasi.
RUU tersebut kemudian melewati pembahasan tingkat pertama untuk memperoleh kesepakatan sebelum dibawa ke rapat paripurna sebagai tahap akhir pengesahan. Setelah menjadi undang-undang, pembentukan BRAN atau LPRA akan mengikuti kerangka yang ditetapkan dalam aturan tersebut.
Hal yang Perlu Dicermati Pembeli Rumah dan Investor
Bagi pembeli rumah maupun investor properti, perkembangan kelembagaan ini penting dicermati tanpa terburu-buru menyimpulkan bahwa seluruh persoalan tanah nantinya otomatis ditangani BRAN. Informasi dalam sumber justru memperlihatkan bahwa jalur penanganan akan bergantung pada karakter perkara: persoalan antarindividu yang terkait administrasi kemungkinan tetap berada di ATR/BPN, sedangkan konflik kelompok masyarakat dapat masuk ke ranah badan baru.
Sebelum melakukan transaksi, calon pembeli tetap perlu memahami siapa pemegang hak atas tanah, pihak-pihak yang menguasai atau menggunakan lokasi, dan apakah terdapat sengketa atau konflik yang sedang berjalan. Dokumen administratif dan kondisi faktual di lapangan sebaiknya dibaca sebagai dua bagian pemeriksaan yang saling melengkapi, terutama ketika objek berada di kawasan yang melibatkan banyak pihak.
Investor juga perlu mengikuti aturan pelaksana dan hasil simulasi pembagian kewenangan setelah badan baru terbentuk. Dari sanalah mekanisme pelimpahan perkara, batas tugas setiap lembaga, dan jalur mediasi akan menjadi lebih jelas. Hingga rincian tersebut ditetapkan, calon pembeli perlu membedakan antara rencana kelembagaan dan prosedur yang sudah benar-benar berlaku.
Untuk pembaca yang sedang mempertimbangkan hunian modern di Jakarta Barat, aspek kepastian dokumen dan riwayat tanah tetap patut ditempatkan dalam proses evaluasi. Informasi mengenai pilihan hunian dan kawasan dapat dijelajahi lebih lanjut melalui MeruyaLand.
Sumber Informasi
detikProperti — BRAN Bakal Tangani Konflik Tanah Rakyat vs Korporasi
Saatnya Memiliki Rumah Modern di Jakarta Barat
Temukan hunian berkualitas dengan desain modern dan lokasi strategis bersama MeruyaLand.
🏡 Lihat tipe rumah dan promo terbaru di MeruyaLand.com
- Konektivitas Menjadi Faktor Penting dalam Pertumbuhan Kawasan Hunian
- Rumah Tasya Farasya Retak, Biaya Perbaikan Struktur Ditaksir Rp 5-6 Miliar
- 937.671 Rumah Dibangun dan Direnovasi hingga Oktober 2026, Dana Non-APBN Mendominasi
- Rumah Tasya Farasya Retak Sebelum Setahun Dihuni, Struktur Bangunan Diperiksa
- Park House, Rumah Masa Kecil Putri Diana, Terbengkalai Sejak 2021
- Sengketa Lahan Tanah Abang Menahan Rencana Pembangunan Rusun
- Rumah Terbengkalai di Philadelphia Jadi Lokasi Penyelidikan, Tulang dan Brankas Ditemukan
- Pelajaran dari Mesa Verde: Hunian Bisa Ditinggalkan Saat Air dan Sumber Daya Terbatas
- Renovasi East Potomac Golf Course Disorot Setelah 430 Pohon Ditebang
- Renovasi Rumah Luna Maya di Bali Rampung Setelah Dicicil Empat Tahun
- Bodie, Kota Tambang Emas yang Berubah Menjadi Kota Hantu
- Danantara Siapkan 12 Smart City, Padalarang Dirancang Tampung hingga 250.000 Hunian
- Rumah Idaman Thom Haye di Bandung: Terang, Modern, Bersih, dan Sejuk
- Fajar Sadboy Beli Rumah Pertama setelah Bertahun-tahun Mengontrak
- Teddy Siagian Jadi Plt Dirjen Perumahan Perdesaan, Kementerian PKP Percepat Program 3 Juta Rumah
- Usulan Harga Rumah Subsidi hingga Rp 500 Juta, Apa Dampaknya bagi Pembeli?
- BRAN Disiapkan Tangani Konflik Agraria, Pembagian Tugas dengan ATR/BPN Diperjelas
- Sengketa Kerusakan Royal Lodge Sisakan Tagihan Rp30 Miliar setelah Andrew Pindah
- Konsumen LRT City Temui DPR, Empat Proyek Ditargetkan Rampung Bertahap hingga 2028
- Bunker Bawah Tanah Rp 80 Miliar di Los Angeles Terjual, Apa Keistimewaannya?
- Rumah Kesha Ratuliu Disebut Sempit, Ini Pelajaran soal Prioritas Hunian Keluarga
- Kampung Pelangi dan Kontras Hunian di Tengah Kawasan Elite Jakarta Selatan
- Penjualan Rumah Subsidi Turun, Himperra Usulkan Insentif dan Perluasan FLPP
- Shani Shingnapur, Kota di India dengan Rumah Tanpa Pintu
- Kisah Marmer Masjid Nabawi dan Pelajaran Memilih Material Hunian
- Rumah Saudagar di Lubang Buaya, Saksi Sejarah yang Dipertahankan Tetap Asli
- Danantara Lanjutkan Pembangunan Apartemen LRT City Mulai 1 Oktober 2026
- LHKPN Kalapas Cibinong Nonaktif Catat Lima Properti Senilai Rp 2,7 Miliar
- Realisasi FLPP 2026 Baru 45,15 Persen, Pasokan dan Kelayakan KPR Jadi Tantangan
- Kasus Penipuan Investasi Properti Rp 698 Miliar, Pelajaran Penting bagi Investor
- Proyek Ballroom Gedung Putih Disorot, Trump Ajak Xi Jinping Melihat Pembangunan
- Revitalisasi Keraton Solo Menjangkau 13 Kawasan dengan Anggaran Rp150 Miliar
- BRAN Akan Tangani Konflik Tanah Komunal Setelah RUU Reforma Agraria Disahkan
- Kasus Apartemen Mangkrak di Ciputat, Kerugian Ana Riana dan Pelajaran bagi Pembeli
- Pemerintah Siapkan Batas Minimum dan Maksimum Kepemilikan Tanah
- Rumah Baru Rey Mbayang dan Dinda Hauw di Tangsel Masuki Tahap Finishing
- Rumah Indonesia di Nagoya Menjadi Pusat Layanan 430 Atlet Asian Games 2026
- Sulawesi Selatan Targetkan Bangun dan Renovasi 142 Rumah Layak pada 2026
- Status HGB Summarecon di Bogor Belum Berubah di Tengah Pemeriksaan KPK
- ATR/BPN Terima Aset Rampasan KPK untuk Rumah Dinas dan Operasional
- Summarecon Agung Hormati Proses Hukum Kasus Dugaan Suap HGB di Bogor
- Adhi Karya Pastikan ADCP Tidak Dilepas, Empat Proyek Belum Serah Terima Masih Dikaji
- Sekitar 7.000 Kawasan Kumuh Masih Menjadi Tantangan Perumahan Indonesia
- Program Bedah Rumah Targetkan 400.000 Hunian, Penghasilan di Bawah UMP Bisa Mengajukan
- Harga Rumah Subsidi 2027 Masih Dibahas, Usulan Kenaikan 12 Persen Jadi Pertimbangan
- Konstruksi Bawah Tanah Iran Disorot, Ini Pelajaran Due Diligence bagi Pembeli Properti
- Rumah Nicolas Cage di Malibu Terancam Lubang Besar Setelah Hujan Deras
- Penthouse Dekat Kedutaan Israel Dijual, Harga Salah Satu Unit Turun Rp165 Miliar
- BNPB Verifikasi 51.591 Rumah Terdampak Gempa Flores NTT
- Abu Vulkanik Masuk Rumah, Pengalaman Sejumlah Figur Publik Jadi Pengingat bagi Penghuni
- RUPSLB Kedua Modernland Akan Bahas Pengalihan dan Penjaminan Aset
- 500 Rumah Modular Tahan Gempa Disiapkan untuk Korban Bencana NTT
- DPR Soroti Syarat Program Bedah Rumah yang Dinilai Terlalu Rumit
- 250 Rumah Gratis untuk MBR di Tangerang Belum Disalurkan Meski Pembangunan Rampung
- Arahan Prabowo: Kualitas Rumah dan Lingkungan Permukiman Perlu Ditingkatkan
- KPR Subsidi Tenor 40 Tahun Belum Bisa Disalurkan, Bank Menunggu Arahan BP Tapera
- Genteng Sabut Kelapa BRIN Tawarkan Material Atap Ringan dari Limbah
- Rumah di Atas Sungai Dikaji sebagai Alternatif Hunian Perkotaan
- KPR 40 Tahun Ditawarkan di Danantara Housing Expo 2026, Apa yang Perlu Dicermati?
- Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Lebih dari 130 Ribu Pilihan Rumah
- Cicilan Rusun Subsidi Meikarta Mulai Rp1,7 Juta, Ini Syarat FLPP dan Hal yang Perlu Dicermati
- Desa Adat Sade Direkonstruksi, Arsitektur Tradisional Sasak Tetap Dipertahankan
- Rumah Tahan Gempa BRIN Tetap Kokoh Setelah Gempa M7,7 di NTT
- MA AS Izinkan Pembangunan Ballroom Gedung Putih Senilai Rp 7,1 Triliun Berlanjut
- Serapan Anggaran Kementerian PKP Capai Rp 3,608 Triliun, Bedah Rumah Jadi Prioritas
- Menteri PKP Usulkan Larangan Atap Asbes untuk Rumah Baru dan Renovasi Pemerintah
- Perumahan Dekat Meruya, Pilihan Rumah Nyaman di Jakarta Barat yang Masih Layak Dilirik
- Cara Mengajukan KPR untuk Rumah di Meruyaland, Begini Alurnya dari Booking Hingga Akad
- Jual Rumah Meruya Utara? Kenapa Banyak Orang Sekarang Mulai Melirik Kawasan Ini
- 7 Ciri Rumah Membawa Sial
- Tempat Ngopi di Meruya Dari Mulai Cafe, Coffee Shop, dan Warung Kopi
- Perumahan Jakarta Barat Harga Terjangkau Kualitas Terbaik
- Meruya di Jakarta Mana? Ini Lokasi, Kode Pos, dan Tempat Populer di Meruya Jakarta Barat
- Cari Rumah & Tanah di Meruya? MeruyaLand.com Saja!
- Sambut Tahun Baru 2026 Dengan Punya Rumah Baru
- Rumah Mewah di Jakarta Barat 2 Lantai
- Perumahan Eksklusif Jakarta Barat Meruya Land
- Meruya Land Daerah Strategis Untuk Hunian Masa Depan Keluarga Anda
- Rumah Dijual Jakarta Barat Tanpa Perantara Meruya Land
- Cari KPR Rumah di Jakarta Barat, Meruya Land Saja!
- Cari Rumah Dijual Jakarta Barat? Temukan Pilihan Terbaik di Sini!
- Tempat Nongkrong di Meruya
- Jual Rumah Cluster Meruya 2 Lantai Luas 125 Meter lebih
- Harga Rumah di Meruya Jakarta Barat
- Rumah Meruya Dijual Luas 124 Meter 2 Lantai
- Perumahan Cluster Baru Meruya
- Menjelajahi Meruya, Jakarta Barat - Kode Pos dan Informasi Penting
- Cari Rumah Meruya Residence Jakarta Barat? Meruya Land Solusinya
- Tips Biaya Renovasi Rumah di Jakarta Lengkap, Hemat dan Efisien
- Jual Rumah di Meruya Jakarta Barat - Meruyaland Pilihan Terbaiknya
- Mencari rumah real estate di Jakarta Barat untuk investasi? Meruyaland
- Pasar Meruya, Jakarta Barat: Mengintip Denyut Kehidupan Pasar Tradisional
- Meruya: Kebijakan Ganjil Genap dalam Mengatasi Kemacetan
- Kode Pos Meruya Utara: Informasi Lengkap dan Pentingnya Bagi Warga
- Perumahan Baru di Jakarta Barat: Investasi Cerdas di Meruya Land
- Rumah Murah di Jakarta Barat: Temukan Pilihan Terbaik di Meruya Land
- Perumahan bebas banjir di Jakarta Barat
- Kredit Rumah Murah di Jakarta Barat Solusi Hunian Modern bagi Generasi Milenial
- Perumahan di Jakarta Barat Milenial Dengan Desain Modern
- Rumah dijual di Kembangan Jakarta Barat Harga Terjangkau
- Cari Rumah di Daerah Meruya? Meruya Land Pilihan Terbaik Anda
- Dijual Rumah Cluster Premium Murah di Jakarta Utara
- Beli Rumah Cluster di Jakarta? Pilih Meruya Land!
- Rumah 2 Lantai Tanah Luas +-120 meter Dijual Di Jakarta Harga Terjangkau
- Rumah Dijual di Meruya Jakarta Utara
- Update Harga Tanah per Meter di Jabodetabek Tahun 2023
- Ini Penyebab Harga Rumah Terus Naik
- Investasi
dikembangkan oleh
Official Lending Partner