Rumah Tasya Farasya Retak, Biaya Perbaikan Struktur Ditaksir Rp 5-6 Miliar

2026-10-26 13:00:47

2026-10-26 13:00:47

Rumah Tasya Farasya Retak, Biaya Perbaikan Struktur Ditaksir Rp 5-6 Miliar

Belum genap setahun ditempati, rumah mewah Tasya Farasya menghadapi persoalan serius berupa retakan di banyak bagian. Pemeriksaan awal bahkan mengarah pada sejumlah ketidaksesuaian struktur bangunan. Biaya penanganannya diperkirakan mencapai Rp 5-6 miliar, dan angka tersebut baru mencakup pekerjaan struktur.

Kasus ini memperlihatkan bahwa bangunan yang baru selesai belum tentu terbebas dari risiko kerusakan. Bagi pembeli rumah maupun investor properti, kondisi tersebut menjadi pengingat penting untuk tidak hanya menilai bangunan melalui tampilan akhir, tetapi juga mencermati dokumen teknis dan hasil pekerjaan di lapangan.

Estimasi Rp 5-6 Miliar Baru untuk Struktur

Melalui akun Instagram pribadinya, Tasya berdiskusi dengan Direktur Utama PT Chandra Mitra Strukturindo (CMS), Wiryawan, mengenai kondisi rumah dan perkiraan biaya renovasi. Wiryawan menyebut perbaikan struktur dapat menelan biaya sekitar Rp 5-6 miliar. Rumah tersebut berdiri di atas lahan yang luasnya hampir 3.000 meter persegi.

Nilai itu masih berupa perkiraan kasar dan belum memperhitungkan pekerjaan interior yang terdampak selama renovasi maupun tahap finishing. Dengan demikian, total kebutuhan dana berpotensi melampaui estimasi awal setelah lingkup kerusakan dan metode perbaikan ditentukan secara lengkap.

Sebelumnya, Tasya juga telah menyampaikan bahwa renovasi bisa menghabiskan biaya mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah. Ia memilih tidak membawa persoalan tersebut ke jalur hukum meskipun sejumlah warganet menyarankan agar kontraktor lama dimintai pertanggungjawaban melalui proses hukum.

Perbedaan antara Gambar Teknis dan Kondisi Lapangan

Tim kontraktor menemukan bahwa beberapa komponen struktur yang terpasang tidak sesuai dengan as-built drawing dari pekerjaan sebelumnya. Salah satu temuan menyangkut jarak komponen yang di lapangan tercatat 130 mm, sedangkan pada gambar seharusnya 100 mm.

Perbedaan lain terdapat pada ukuran tulangan utama. Spesifikasi dalam dokumen menunjukkan D16 atau 16 mm, tetapi hasil pengukuran pada material terpasang menunjukkan diameter 15,36 mm. Besi sengkang yang semestinya berdiameter 10 mm juga ditemukan hanya berdiameter 7,39 mm.

As-built drawing seharusnya menggambarkan kondisi aktual hasil konstruksi. Karena itu, perbedaan antara dokumen dan bangunan yang benar-benar terpasang menjadi bagian penting dalam investigasi. Tim CMS kini masih mengumpulkan data lapangan dan menyusun kajian teknis sebelum menentukan rencana penanganan.

Bekisting Tertinggal dan Mutu Beton Tidak Seragam

Pemeriksaan juga menemukan kayu bekisting yang belum dilepas pada beberapa titik. Bekisting merupakan cetakan sementara yang digunakan untuk membentuk dan menahan beton cair ketika proses pengecoran berlangsung. Setelah beton mengeras, kayu tersebut semestinya dibongkar.

Selain itu, pengujian non-destruktif atau NDT dilakukan dengan mengacu pada data as-built drawing. Mutu beton dalam dokumen tercantum K-300, tetapi pemeriksaan menunjukkan tidak semua bagian memenuhi angka tersebut. Pada beberapa bagian, hasilnya berada di kisaran K-250.

Temuan itu belum menjadi kesimpulan akhir mengenai keseluruhan kondisi rumah. Tim engineering masih menjalankan investigasi struktural dengan menghimpun data serta laporan teknis. Hasil kajian tersebut nantinya digunakan sebagai dasar untuk mengevaluasi kondisi struktur dan merencanakan langkah perbaikan yang dinilai paling tepat.

Pelajaran Praktis bagi Pembeli Rumah dan Investor

Riwayat pembangunan rumah ini berlangsung panjang. Persiapan dimulai pada 2020 dan prosesnya membutuhkan waktu enam tahun. Setelah Tasya berpisah dari Ahmad Assegaf pada akhir 2025, pengerjaan rumah dipercepat hingga selesai dalam beberapa bulan. Namun, banyak retakan muncul ketika rumah belum satu tahun dihuni.

Dari rangkaian peristiwa tersebut, calon pembeli dapat melihat pentingnya mencocokkan dokumen teknis dengan kondisi aktual bangunan. Pemeriksaan tidak cukup berhenti pada permukaan dinding, tata ruang, atau kualitas finishing. Ukuran tulangan, jarak pemasangan, mutu beton, dan catatan hasil pekerjaan merupakan aspek yang ikut menentukan gambaran kondisi properti.

Investor juga perlu memperhitungkan kemungkinan biaya yang tidak terlihat pada tahap awal. Dalam kasus ini, estimasi miliaran rupiah hanya diarahkan pada struktur, sementara interior dan finishing belum masuk perhitungan. Pemisahan lingkup biaya semacam ini penting dicermati agar estimasi renovasi tidak disalahartikan sebagai total anggaran akhir.

Hal lain yang patut diperhatikan adalah perlunya menjadikan hasil investigasi sebagai dasar keputusan. Tim yang menangani rumah Tasya masih mengumpulkan data sebelum menyusun metode perbaikan. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa retakan tidak semestinya langsung ditangani secara kosmetik tanpa terlebih dahulu memahami kondisi struktur di baliknya.

Bagi pembaca yang sedang mempertimbangkan hunian modern di Jakarta Barat, informasi teknis, kondisi aktual bangunan, dan kebutuhan jangka panjang layak ditelaah secara seimbang. Pilihan hunian serta wawasan kawasan dapat dijelajahi lebih lanjut melalui MeruyaLand.

Sumber Informasi

Artikel ini disusun berdasarkan laporan detikProperti tentang estimasi renovasi rumah Tasya Farasya, diterbitkan 26 Oktober 2026.

Saatnya Memiliki Rumah Modern di Jakarta Barat

Temukan hunian berkualitas dengan desain modern dan lokasi strategis bersama MeruyaLand.

🏡 Lihat tipe rumah dan promo terbaru di MeruyaLand.com

Artikel lainnya

dikembangkan oleh

Infiniti Office, Arcade Business Center 6th Floor Unit 6-03, Jl. Pantai Indah Utara 2 Kav. C1, PIK Penjaringan, Jakarta Utara 14460

meruyaland@gmail.com

Frida 081296368540

Ruslan 085211592799

Official Lending Partner