Sengketa Lahan Tanah Abang Menahan Rencana Pembangunan Rusun
2026-10-22 13:00:43
2026-10-22 13:00:43
Sengketa atas lahan seluas 4,3 hektare di Tanah Abang, Jakarta Pusat, belum menemukan titik akhir. Persoalan yang mempertemukan klaim aset negara dengan klaim ahli waris itu kini turut menahan rencana pembangunan rumah susun bagi warga bantaran rel.
Konflik kembali menjadi perhatian setelah Hercules mendatangi kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Di hadapan media dan melalui video yang diunggah akun Instagram GRIB Jaya, ia menyampaikan protes keras kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Hercules mengklaim pernah mengeluarkan dana puluhan miliar rupiah untuk membebaskan dan mengosongkan suatu lahan, meskipun dalam pernyataan tersebut ia tidak menyebut lokasi tanah secara langsung.
Pertemuan di Tanah Abang Menjadi Awal Perselisihan
Rangkaian persoalan dapat ditelusuri ke pertemuan pada 5 April 2026. Saat itu, Maruarar bersama jajarannya dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin meninjau lahan 4,3 hektare di Tanah Abang. Lokasi tersebut direncanakan untuk pembangunan rusun bagi warga yang tinggal di bantaran rel.
Dalam kunjungan itu, Bobby menyampaikan bahwa lahan sedang ditempati organisasi kemasyarakatan secara ilegal. Maruarar kemudian menekankan pentingnya ketegasan dan revitalisasi aset negara yang secara hukum serta penguasaannya dinyatakan milik negara.
Hercules, yang telah menunggu di lokasi, menyampaikan posisi berbeda. Menurutnya, tanah tersebut merupakan milik Sulaeman Efendi, ahli waris almarhum Iljas Gelar Radjo. Ia juga menilai PT KAI hanya memiliki Hak Pengelolaan (HPL), bukan hak milik. Pertemuan berakhir tanpa kesepakatan: pemerintah mempertahankan status aset negara, sedangkan pihak Hercules tetap berpegang pada klaim ahli waris.
Dua Dasar Klaim atas Lahan 4,3 Hektare
PT KAI mendasarkan klaimnya antara lain pada HPL Nomor 5 dan 6 yang terbit pada 2008. HPL tersebut berasal dari proses administrasi di Kementerian Perhubungan berdasarkan verponding nomor 14399. Pihak BUMN dan Kementerian ATR/BPN juga menyatakan lahan Tanah Abang itu merupakan aset negara. Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan ATR/BPN Iljas Tedjo Prijono turut menyampaikan kesimpulan yang sama.
Di sisi lain, tim hukum GRIB Jaya menyebut ahli waris memiliki alas hak berupa verponding era Belanda yang telah dikonversi menjadi Verponding Indonesia Nomor 946. Menurut Ketua Tim Advokasi dan Hukum GRIB Jaya Wilson Colling, surat keterangan PM 1 dari lurah setempat menunjukkan penguasaan fisik oleh ahli waris pada 2004–2007 dan penghunian berlanjut hingga kini. Pihak ini juga mempermasalahkan verponding nomor 14399 karena menilai lokasinya bukan di Tanah Abang.
Wilson menolak penyebutan bahwa lokasi ditempati secara ilegal oleh ormas. Ia menjelaskan tanah itu sebelumnya pernah diduduki pihak lain secara liar, lalu ahli waris melapor kepada Polda Metro Jaya untuk mencegah konflik. Polisi disebut sempat menjaga kawasan selama tiga minggu sebelum dokumen dikembalikan kepada ahli waris.
Gugatan Berjalan, Proyek Rusun Belum Dapat Dilanjutkan
Perselisihan telah masuk ke proses hukum. Pada 2024, PT KAI melaporkan Sulaeman Efendi kepada Polda Metro Jaya terkait sejumlah pasal yang disebut berkaitan dengan perkara tersebut. Ahli waris kemudian mengajukan gugatan bernomor 241/Pdt.G/2026/PN Jkt.Pst yang terdaftar pada 16 April 2026.
Gugatan itu mencantumkan beberapa pihak, antara lain PT KAI Daop 1 Jakarta, jajaran pertanahan di DKI Jakarta dan Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, unsur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta Menteri Perhubungan. Pada September 2026, Direktur Pencegahan dan Penanganan Konflik Pertanahan Kementerian ATR/BPN Brigjen Pol Hendra Gunawan menyebut pengujian berkas dan penetapan status quo masih berjalan. Kondisi tersebut membuat pembangunan yang direncanakan belum dapat diteruskan.
Di tengah proses itu, PT KAI memasang plang kepemilikan di lokasi. Kementerian PKP juga menangani pembebasan lahan dan meminta bantuan Badan Reforma Agraria Nasional. Maruarar kembali menegaskan bahwa lokasi tersebut merupakan aset negara berdasarkan konfirmasi PT KAI, badan yang menangani BUMN, serta Kementerian ATR/BPN. Pemerintah tetap merencanakan pemanfaatannya untuk rusun, tetapi lahannya belum bisa digunakan.
Pelajaran Praktis bagi Pembeli Rumah dan Investor
Kasus Tanah Abang memperlihatkan bahwa keberadaan dokumen, penguasaan fisik, klaim kelembagaan, dan proses pengadilan dapat hadir secara bersamaan pada satu bidang tanah. Bagi pembeli rumah maupun investor properti, situasi seperti ini menjadi pengingat untuk tidak menilai status lahan hanya dari siapa yang menguasai lokasi atau memasang tanda kepemilikan.
Pemeriksaan perlu mencakup dasar hak yang diklaim para pihak, riwayat administrasi tanah, kesesuaian lokasi dalam dokumen, serta keberadaan gugatan atau penetapan status quo. Jika sebuah proyek bergantung pada penyelesaian konflik tanah, jadwal pemanfaatannya dapat tertahan sebagaimana terjadi pada rencana rusun ini. Karena proses hukum masih berlangsung, klaim masing-masing pihak belum dapat diperlakukan sebagai penyelesaian akhir sengketa.
Bagi masyarakat yang sedang mencari hunian, kepastian legalitas dan kesiapan lokasi patut ditempatkan bersama kebutuhan akses serta kenyamanan. Untuk mempertimbangkan pilihan hunian modern di Jakarta Barat, pembaca dapat mengunjungi MeruyaLand dan mempelajari informasi yang tersedia secara cermat.
Sumber Informasi
detikProperti — Awal Mula Hercules dan Maruarar Sirait Bersitegang Terjadi di Tanah Abang
Saatnya Memiliki Rumah Modern di Jakarta Barat
Temukan hunian berkualitas dengan desain modern dan lokasi strategis bersama MeruyaLand.
🏡 Lihat tipe rumah dan promo terbaru di MeruyaLand.com
- Rumah Tasya Farasya Retak, Biaya Perbaikan Struktur Ditaksir Rp 5-6 Miliar
- 937.671 Rumah Dibangun dan Direnovasi hingga Oktober 2026, Dana Non-APBN Mendominasi
- Rumah Tasya Farasya Retak Sebelum Setahun Dihuni, Struktur Bangunan Diperiksa
- Park House, Rumah Masa Kecil Putri Diana, Terbengkalai Sejak 2021
- Sengketa Lahan Tanah Abang Menahan Rencana Pembangunan Rusun
- Rumah Terbengkalai di Philadelphia Jadi Lokasi Penyelidikan, Tulang dan Brankas Ditemukan
- Pelajaran dari Mesa Verde: Hunian Bisa Ditinggalkan Saat Air dan Sumber Daya Terbatas
- Renovasi East Potomac Golf Course Disorot Setelah 430 Pohon Ditebang
- Renovasi Rumah Luna Maya di Bali Rampung Setelah Dicicil Empat Tahun
- Bodie, Kota Tambang Emas yang Berubah Menjadi Kota Hantu
- Danantara Siapkan 12 Smart City, Padalarang Dirancang Tampung hingga 250.000 Hunian
- Rumah Idaman Thom Haye di Bandung: Terang, Modern, Bersih, dan Sejuk
- Fajar Sadboy Beli Rumah Pertama setelah Bertahun-tahun Mengontrak
- Teddy Siagian Jadi Plt Dirjen Perumahan Perdesaan, Kementerian PKP Percepat Program 3 Juta Rumah
- Usulan Harga Rumah Subsidi hingga Rp 500 Juta, Apa Dampaknya bagi Pembeli?
- BRAN Disiapkan Tangani Konflik Agraria, Pembagian Tugas dengan ATR/BPN Diperjelas
- Sengketa Kerusakan Royal Lodge Sisakan Tagihan Rp30 Miliar setelah Andrew Pindah
- Konsumen LRT City Temui DPR, Empat Proyek Ditargetkan Rampung Bertahap hingga 2028
- Bunker Bawah Tanah Rp 80 Miliar di Los Angeles Terjual, Apa Keistimewaannya?
- Rumah Kesha Ratuliu Disebut Sempit, Ini Pelajaran soal Prioritas Hunian Keluarga
- Kampung Pelangi dan Kontras Hunian di Tengah Kawasan Elite Jakarta Selatan
- Penjualan Rumah Subsidi Turun, Himperra Usulkan Insentif dan Perluasan FLPP
- Shani Shingnapur, Kota di India dengan Rumah Tanpa Pintu
- Kisah Marmer Masjid Nabawi dan Pelajaran Memilih Material Hunian
- Rumah Saudagar di Lubang Buaya, Saksi Sejarah yang Dipertahankan Tetap Asli
- Danantara Lanjutkan Pembangunan Apartemen LRT City Mulai 1 Oktober 2026
- LHKPN Kalapas Cibinong Nonaktif Catat Lima Properti Senilai Rp 2,7 Miliar
- Realisasi FLPP 2026 Baru 45,15 Persen, Pasokan dan Kelayakan KPR Jadi Tantangan
- Kasus Penipuan Investasi Properti Rp 698 Miliar, Pelajaran Penting bagi Investor
- Proyek Ballroom Gedung Putih Disorot, Trump Ajak Xi Jinping Melihat Pembangunan
- Revitalisasi Keraton Solo Menjangkau 13 Kawasan dengan Anggaran Rp150 Miliar
- BRAN Akan Tangani Konflik Tanah Komunal Setelah RUU Reforma Agraria Disahkan
- Kasus Apartemen Mangkrak di Ciputat, Kerugian Ana Riana dan Pelajaran bagi Pembeli
- Pemerintah Siapkan Batas Minimum dan Maksimum Kepemilikan Tanah
- Rumah Baru Rey Mbayang dan Dinda Hauw di Tangsel Masuki Tahap Finishing
- Rumah Indonesia di Nagoya Menjadi Pusat Layanan 430 Atlet Asian Games 2026
- Sulawesi Selatan Targetkan Bangun dan Renovasi 142 Rumah Layak pada 2026
- Status HGB Summarecon di Bogor Belum Berubah di Tengah Pemeriksaan KPK
- ATR/BPN Terima Aset Rampasan KPK untuk Rumah Dinas dan Operasional
- Summarecon Agung Hormati Proses Hukum Kasus Dugaan Suap HGB di Bogor
- Adhi Karya Pastikan ADCP Tidak Dilepas, Empat Proyek Belum Serah Terima Masih Dikaji
- Sekitar 7.000 Kawasan Kumuh Masih Menjadi Tantangan Perumahan Indonesia
- Program Bedah Rumah Targetkan 400.000 Hunian, Penghasilan di Bawah UMP Bisa Mengajukan
- Harga Rumah Subsidi 2027 Masih Dibahas, Usulan Kenaikan 12 Persen Jadi Pertimbangan
- Konstruksi Bawah Tanah Iran Disorot, Ini Pelajaran Due Diligence bagi Pembeli Properti
- Rumah Nicolas Cage di Malibu Terancam Lubang Besar Setelah Hujan Deras
- Penthouse Dekat Kedutaan Israel Dijual, Harga Salah Satu Unit Turun Rp165 Miliar
- BNPB Verifikasi 51.591 Rumah Terdampak Gempa Flores NTT
- Abu Vulkanik Masuk Rumah, Pengalaman Sejumlah Figur Publik Jadi Pengingat bagi Penghuni
- RUPSLB Kedua Modernland Akan Bahas Pengalihan dan Penjaminan Aset
- 500 Rumah Modular Tahan Gempa Disiapkan untuk Korban Bencana NTT
- DPR Soroti Syarat Program Bedah Rumah yang Dinilai Terlalu Rumit
- 250 Rumah Gratis untuk MBR di Tangerang Belum Disalurkan Meski Pembangunan Rampung
- Arahan Prabowo: Kualitas Rumah dan Lingkungan Permukiman Perlu Ditingkatkan
- KPR Subsidi Tenor 40 Tahun Belum Bisa Disalurkan, Bank Menunggu Arahan BP Tapera
- Genteng Sabut Kelapa BRIN Tawarkan Material Atap Ringan dari Limbah
- Rumah di Atas Sungai Dikaji sebagai Alternatif Hunian Perkotaan
- KPR 40 Tahun Ditawarkan di Danantara Housing Expo 2026, Apa yang Perlu Dicermati?
- Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Lebih dari 130 Ribu Pilihan Rumah
- Cicilan Rusun Subsidi Meikarta Mulai Rp1,7 Juta, Ini Syarat FLPP dan Hal yang Perlu Dicermati
- Desa Adat Sade Direkonstruksi, Arsitektur Tradisional Sasak Tetap Dipertahankan
- Rumah Tahan Gempa BRIN Tetap Kokoh Setelah Gempa M7,7 di NTT
- MA AS Izinkan Pembangunan Ballroom Gedung Putih Senilai Rp 7,1 Triliun Berlanjut
- Serapan Anggaran Kementerian PKP Capai Rp 3,608 Triliun, Bedah Rumah Jadi Prioritas
- Menteri PKP Usulkan Larangan Atap Asbes untuk Rumah Baru dan Renovasi Pemerintah
- Perumahan Dekat Meruya, Pilihan Rumah Nyaman di Jakarta Barat yang Masih Layak Dilirik
- Cara Mengajukan KPR untuk Rumah di Meruyaland, Begini Alurnya dari Booking Hingga Akad
- Jual Rumah Meruya Utara? Kenapa Banyak Orang Sekarang Mulai Melirik Kawasan Ini
- 7 Ciri Rumah Membawa Sial
- Tempat Ngopi di Meruya Dari Mulai Cafe, Coffee Shop, dan Warung Kopi
- Perumahan Jakarta Barat Harga Terjangkau Kualitas Terbaik
- Meruya di Jakarta Mana? Ini Lokasi, Kode Pos, dan Tempat Populer di Meruya Jakarta Barat
- Cari Rumah & Tanah di Meruya? MeruyaLand.com Saja!
- Sambut Tahun Baru 2026 Dengan Punya Rumah Baru
- Rumah Mewah di Jakarta Barat 2 Lantai
- Perumahan Eksklusif Jakarta Barat Meruya Land
- Meruya Land Daerah Strategis Untuk Hunian Masa Depan Keluarga Anda
- Rumah Dijual Jakarta Barat Tanpa Perantara Meruya Land
- Cari KPR Rumah di Jakarta Barat, Meruya Land Saja!
- Cari Rumah Dijual Jakarta Barat? Temukan Pilihan Terbaik di Sini!
- Tempat Nongkrong di Meruya
- Jual Rumah Cluster Meruya 2 Lantai Luas 125 Meter lebih
- Harga Rumah di Meruya Jakarta Barat
- Rumah Meruya Dijual Luas 124 Meter 2 Lantai
- Perumahan Cluster Baru Meruya
- Menjelajahi Meruya, Jakarta Barat - Kode Pos dan Informasi Penting
- Cari Rumah Meruya Residence Jakarta Barat? Meruya Land Solusinya
- Tips Biaya Renovasi Rumah di Jakarta Lengkap, Hemat dan Efisien
- Jual Rumah di Meruya Jakarta Barat - Meruyaland Pilihan Terbaiknya
- Mencari rumah real estate di Jakarta Barat untuk investasi? Meruyaland
- Pasar Meruya, Jakarta Barat: Mengintip Denyut Kehidupan Pasar Tradisional
- Meruya: Kebijakan Ganjil Genap dalam Mengatasi Kemacetan
- Kode Pos Meruya Utara: Informasi Lengkap dan Pentingnya Bagi Warga
- Perumahan Baru di Jakarta Barat: Investasi Cerdas di Meruya Land
- Rumah Murah di Jakarta Barat: Temukan Pilihan Terbaik di Meruya Land
- Perumahan bebas banjir di Jakarta Barat
- Kredit Rumah Murah di Jakarta Barat Solusi Hunian Modern bagi Generasi Milenial
- Perumahan di Jakarta Barat Milenial Dengan Desain Modern
- Rumah dijual di Kembangan Jakarta Barat Harga Terjangkau
- Cari Rumah di Daerah Meruya? Meruya Land Pilihan Terbaik Anda
- Dijual Rumah Cluster Premium Murah di Jakarta Utara
- Beli Rumah Cluster di Jakarta? Pilih Meruya Land!
- Rumah 2 Lantai Tanah Luas +-120 meter Dijual Di Jakarta Harga Terjangkau
- Rumah Dijual di Meruya Jakarta Utara
- Update Harga Tanah per Meter di Jabodetabek Tahun 2023
- Ini Penyebab Harga Rumah Terus Naik
- Investasi
dikembangkan oleh
Official Lending Partner