Konsumen LRT City Temui DPR, Empat Proyek Ditargetkan Rampung Bertahap hingga 2028

2026-10-09 13:01:11

2026-10-09 13:01:11

Konsumen LRT City Temui DPR, Empat Proyek Ditargetkan Rampung Bertahap hingga 2028

Persoalan pembangunan Apartemen LRT City kembali dibawa ke DPR RI. Paguyuban Korban LRT City meminta agar hak konsumen menjadi prioritas, disertai jadwal penyelesaian proyek yang jelas dan keterbukaan informasi mengenai kemajuan pembangunan.

Dalam audiensi pada Kamis, 8 Oktober 2026, paguyuban bertemu dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Komisi VI DPR Anggia Erma Rini, Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade, dan anggota Komisi VI DPR Kawendra Lukistian. Pertemuan itu juga dihadiri perwakilan Danantara serta jajaran Adhi Karya dan Adhi Commuter Properti (ADCP), pengembang Apartemen LRT City.

Konsumen menyampaikan tiga pokok kesepakatan yang mereka harapkan dapat dipenuhi. Isinya mencakup penyelesaian proyek prioritas, penyediaan unit pengganti, serta pembentukan posko bersama untuk menangani persoalan konsumen.

Empat Proyek Memiliki Target Penyelesaian

Kesepakatan pertama memuat target penyelesaian empat proyek prioritas. Adhi City Sentul I dijadwalkan selesai pada Juli 2027. LRT City Ciracas dan LRT City Tebet masing-masing ditargetkan rampung pada Desember 2027, sedangkan LRT City Cibubur memiliki target penyelesaian pada September 2028.

Selain jadwal tersebut, Danantara bersama Adhi Karya dan ADCP akan menyampaikan progres pembangunan secara berkala setiap bulan. Keterbukaan perkembangan proyek menjadi bagian penting dari tuntutan konsumen, khususnya bagi mereka yang memilih tetap menunggu unit diselesaikan.

Sebelumnya, pembangunan disebut akan dilanjutkan untuk proyek LRT City di Tebet, Cibubur, dan Ciracas, serta Adhi City Sentul yang berbentuk rumah tapak. Dalam pernyataannya, paguyuban menekankan bahwa pemulihan kepercayaan perlu dibuktikan melalui pemenuhan kewajiban secara nyata. Mereka juga berharap kesepakatan tersebut dapat mengakhiri penundaan dan menghasilkan penyelesaian yang dirasakan konsumen.

Unit Pengganti dan Posko Bersama

Pokok kedua menyangkut konsumen yang membeli unit di luar empat proyek prioritas. Untuk kelompok tersebut, Danantara bersama Adhi Karya dan ADCP akan menyiapkan unit pengganti. Sumber tidak merinci lokasi maupun mekanisme penyediaan unit pengganti itu.

Kesepakatan ketiga adalah pembentukan Posko Bersama Penyelesaian Permasalahan Para Korban. Posko ini disepakati oleh Komisi VI DPR RI, Danantara, Adhi Karya, ADCP, dan Paguyuban Korban LRT City, dengan tenggat pembentukan paling lambat 16 Oktober 2026.

Seluruh persoalan konsumen ditargetkan selesai pada 14 Februari 2027. Paguyuban menegaskan bahwa setiap konsumen perlu memperoleh kejelasan penyelesaian sesuai kondisi masing-masing. Artinya, penanganan tidak cukup hanya berfokus pada kelanjutan konstruksi karena aspirasi konsumen terbagi antara meminta pengembalian dana dan menunggu proyek rampung.

Mayoritas Unit dalam Pendataan Meminta Refund

Gambaran pilihan konsumen terlihat dari pendataan yang dilakukan paguyuban pada 19–25 September 2026 melalui Google Form. Hasilnya, pembeli dari 329 unit meminta refund, sedangkan pembeli dari 29 unit bersedia menunggu sampai pembangunan selesai. Setiap respons mewakili satu unit, bukan satu orang, karena sebagian konsumen membeli lebih dari satu unit.

Konsumen yang mengikuti pendataan berasal dari LRT City Ciracas, LRT City Tebet, LRT City Cibubur, Oase Park, Grand Central Bogor, LRT City Bekasi–Green Avenue, Adhi City Sentul Tahap 1 dan Tahap 2, serta Cisauk Point.

Dari 29 respons yang memilih menunggu, sebanyak 28 mencantumkan batas kesediaan selama dua tahun dan satu respons menetapkan empat tahun. Ada pula satu respons yang memilih menunggu, tetapi menulis permintaan refund pada kolom kompensasi sehingga pilihan akhirnya masih perlu dikonfirmasi.

Pendataan juga mencatat 222 unit dibeli melalui skema Kredit Pemilikan Apartemen atau KPA. Dari jumlah itu, 13 unit telah lunas, 109 masih dicicil, dan 100 sudah berhenti dibayar. Sumber menyebut pembangunan yang bermasalah membuat sebagian konsumen ragu meneruskan cicilan. Selain melalui KPA, terdapat konsumen yang membayar tunai sekaligus maupun mencicil langsung secara bertahap kepada pengembang.

Pelajaran Praktis bagi Pembeli Properti

Perkembangan ini menunjukkan pentingnya membedakan jadwal penyelesaian proyek, pilihan penyelesaian untuk tiap konsumen, serta perkembangan bulanan yang benar-benar disampaikan. Bagi pembeli yang terdampak, catatan mengenai unit, skema pembayaran, status cicilan, pilihan refund atau menunggu, dan setiap pembaruan proyek menjadi dasar untuk mengikuti penyelesaian sesuai kondisi masing-masing.

Bagi calon pembeli rumah atau investor, kasus ini juga menegaskan bahwa keputusan properti tidak hanya berkaitan dengan bentuk hunian. Kepastian jadwal pembangunan, pola pelaporan progres, dan mekanisme penanganan ketika proyek mengalami masalah layak dicermati sejak awal. Data paguyuban memperlihatkan bahwa posisi konsumen dapat berbeda-beda, bahkan ketika mereka berada dalam kelompok proyek yang sama.

Jika sedang mempertimbangkan hunian modern di Jakarta Barat, pembaca dapat mengunjungi MeruyaLand untuk mempelajari pilihan hunian yang tersedia dan menyesuaikannya dengan kebutuhan pribadi.

Sumber Informasi

detikProperti: Konsumen LRT City Bertemu Dasco, Minta Bantuan Proyek Apartemen Dikebut

Saatnya Memiliki Rumah Modern di Jakarta Barat

Temukan hunian berkualitas dengan desain modern dan lokasi strategis bersama MeruyaLand.

🏡 Lihat tipe rumah dan promo terbaru di MeruyaLand.com

Artikel lainnya

dikembangkan oleh

Infiniti Office, Arcade Business Center 6th Floor Unit 6-03, Jl. Pantai Indah Utara 2 Kav. C1, PIK Penjaringan, Jakarta Utara 14460

meruyaland@gmail.com

Frida 081296368540

Ruslan 085211592799

Official Lending Partner