Kampung Pelangi dan Kontras Hunian di Tengah Kawasan Elite Jakarta Selatan
2026-10-06 13:01:03
2026-10-06 13:01:03
Di antara hunian elite, gedung tinggi, pusat perbelanjaan, dan fasilitas gaya hidup Jakarta Selatan, terdapat permukiman dengan gang sempit, rumah berdempetan, serta bangunan semi permanen. Kampung Pelangi di Cipete Utara, Kebayoran Baru, memperlihatkan bagaimana dua kondisi tempat tinggal yang sangat berbeda dapat berdampingan hanya dalam jarak beberapa langkah.
Kontrasnya terlihat semakin jelas karena permukiman ini berada di antara kawasan hunian elite dan gedung-gedung tinggi. Sebuah lapangan padel yang identik dengan masyarakat kelas menengah atas bahkan berdiri tepat di sebelahnya. Namun, memasuki Kampung Pelangi berarti menjumpai keseharian lain: warga mencuci, menjemur pakaian, memilah barang bekas, dan melintasi jembatan kayu di sela bangunan yang rapat.
Dari Lapak Barang Bekas Menjadi Permukiman Padat
Ketua RT 07, Soleh, menjelaskan bahwa nama Kampung Pelangi mulai dicetuskan pada dekade 2020-an. Nama itu tidak merujuk pada bangunan yang dicat warna-warni, melainkan menggambarkan keberagaman warga yang menetap di dalamnya.
Kawasan tersebut sebelumnya merupakan kumpulan lapak pemulung yang digunakan untuk memilah barang bekas. Seiring berjalannya waktu, jumlah lapak bertambah dan area itu berkembang menjadi permukiman. Aktivitas pengumpulan dan pemilahan barang bekas masih menjadi bagian penting dalam kehidupan banyak warga. Kertas, kardus, dan material lain disimpan di sejumlah lapak semi permanen.
Berdasarkan catatan Soleh, sekitar 150 kepala keluarga kini tinggal di Kampung Pelangi. Terdapat 222 pintu di atas lahan sekitar 1.000 meter persegi. Kepadatannya membuat satu rumah dapat ditempati oleh dua sampai tiga keluarga. Di beberapa bagian, gang yang tersedia bahkan begitu sempit sehingga sulit dilalui seorang diri.
Kontrakan Kecil dengan Kondisi Bangunan Rapuh
Gambaran keterbatasan hunian terlihat dari tempat tinggal Ramah, seorang warga yang bekerja mengumpulkan barang bekas. Ia tinggal seorang diri di kontrakan berukuran sekitar 2 x 3 meter dengan biaya sewa Rp500 ribu per bulan.
Kontrakan itu berupa bangunan semi permanen berdinding papan kayu. Tidak ada jendela maupun ventilasi, sehingga ruang di dalamnya terasa pengap. Hunian tersebut juga tidak memiliki kamar mandi, sementara bagian dapurnya sangat kecil. Perabot yang tersedia hanya kasur, kipas angin, serta sebuah televisi pemberian orang.
Masalahnya bukan sekadar keterbatasan ruang. Sejumlah bagian bangunan telah lapuk dan reyot. Kayu di area depan kontrakan yang digunakan untuk menjemur pakaian sudah tidak kokoh. Ramah mengaku pernah jatuh ketika melewati salah satu bagian rumah yang jebol.
Keinginan memperbaiki bangunan terbentur kemampuan biaya. Pendapatan Ramah dari mengumpulkan barang bekas tidak menentu, sedangkan perbaikan membutuhkan pembelian kayu dan paku serta pembayaran tenaga tukang. Setelah suaminya meninggal, ia berusaha memenuhi kebutuhan sendiri. Anaknya yang telah dewasa bekerja sebagai buruh cuci dengan penghasilan kurang dari Rp2 juta per bulan, tetapi Ramah memilih tidak membebani anaknya.
Kepadatan Mengingatkan Pentingnya Memeriksa Kelayakan Hunian
Bagi pencari rumah maupun investor properti Indonesia, kisah Kampung Pelangi memberi pengingat praktis bahwa lokasi di kawasan elite tidak otomatis menggambarkan kondisi setiap hunian di dalamnya. Pemeriksaan langsung tetap penting untuk memahami ukuran ruang, kerapatan antarrumah, akses melalui gang, serta kondisi bagian bangunan yang digunakan setiap hari.
Ventilasi, kekokohan lantai atau jembatan kayu, keberadaan kamar mandi, dan kelayakan dapur merupakan unsur nyata yang memengaruhi kehidupan penghuni. Informasi harga sewa saja tidak cukup untuk membaca mutu tempat tinggal. Dalam kasus Ramah, biaya Rp500 ribu per bulan terkait dengan ruang sekitar 2 x 3 meter yang tidak memiliki jendela, ventilasi, maupun kamar mandi dan mempunyai bagian kayu yang sudah lapuk.
Kepadatan juga perlu dilihat melalui jumlah penghuni dan kapasitas ruang. Data 150 kepala keluarga, 222 pintu, dan lahan sekitar 1.000 meter persegi memperlihatkan tekanan ruang di Kampung Pelangi. Fakta bahwa satu rumah dapat dihuni dua hingga tiga keluarga menegaskan pentingnya menilai kondisi aktual, bukan hanya citra umum lingkungan di sekitarnya.
Kehidupan Warga di Balik Kontras Perkotaan
Di tengah keterbatasan fisik permukiman, kegiatan warga tetap berjalan. Soleh berupaya merangkul masyarakat melalui pemeriksaan kesehatan, posyandu, serta kegiatan belajar bagi anak-anak. Aktivitas tersebut menjadi bagian lain dari Kampung Pelangi, selain pekerjaan memilah barang bekas dan kondisi bangunannya.
Kampung Pelangi menunjukkan wajah Jakarta Selatan yang tidak tunggal. Kemewahan dan kesederhanaan dapat berdampingan, dipisahkan tembok serta jarak yang sangat dekat. Bagi pembeli rumah atau investor, situasi ini memperkuat perlunya melihat lingkungan secara menyeluruh dan memeriksa kelayakan bangunan secara langsung sebelum mengambil keputusan terkait hunian.
Pembaca yang sedang mempertimbangkan hunian modern di Jakarta Barat juga dapat mengunjungi MeruyaLand untuk memperoleh informasi yang relevan dengan kebutuhan tempat tinggalnya.
Sumber Informasi
Artikel ini disusun berdasarkan laporan detikProperti, “Kampung Pelangi di Jakarta Selatan, Permukiman Kumuh di Tengah Kemewahan”, terbit 6 Oktober 2026.
Saatnya Memiliki Rumah Modern di Jakarta Barat
Temukan hunian berkualitas dengan desain modern dan lokasi strategis bersama MeruyaLand.
🏡 Lihat tipe rumah dan promo terbaru di MeruyaLand.com
- Konektivitas Menjadi Faktor Penting dalam Pertumbuhan Kawasan Hunian
- Rumah Tasya Farasya Retak, Biaya Perbaikan Struktur Ditaksir Rp 5-6 Miliar
- 937.671 Rumah Dibangun dan Direnovasi hingga Oktober 2026, Dana Non-APBN Mendominasi
- Rumah Tasya Farasya Retak Sebelum Setahun Dihuni, Struktur Bangunan Diperiksa
- Park House, Rumah Masa Kecil Putri Diana, Terbengkalai Sejak 2021
- Sengketa Lahan Tanah Abang Menahan Rencana Pembangunan Rusun
- Rumah Terbengkalai di Philadelphia Jadi Lokasi Penyelidikan, Tulang dan Brankas Ditemukan
- Pelajaran dari Mesa Verde: Hunian Bisa Ditinggalkan Saat Air dan Sumber Daya Terbatas
- Renovasi East Potomac Golf Course Disorot Setelah 430 Pohon Ditebang
- Renovasi Rumah Luna Maya di Bali Rampung Setelah Dicicil Empat Tahun
- Bodie, Kota Tambang Emas yang Berubah Menjadi Kota Hantu
- Danantara Siapkan 12 Smart City, Padalarang Dirancang Tampung hingga 250.000 Hunian
- Rumah Idaman Thom Haye di Bandung: Terang, Modern, Bersih, dan Sejuk
- Fajar Sadboy Beli Rumah Pertama setelah Bertahun-tahun Mengontrak
- Teddy Siagian Jadi Plt Dirjen Perumahan Perdesaan, Kementerian PKP Percepat Program 3 Juta Rumah
- Usulan Harga Rumah Subsidi hingga Rp 500 Juta, Apa Dampaknya bagi Pembeli?
- BRAN Disiapkan Tangani Konflik Agraria, Pembagian Tugas dengan ATR/BPN Diperjelas
- Sengketa Kerusakan Royal Lodge Sisakan Tagihan Rp30 Miliar setelah Andrew Pindah
- Konsumen LRT City Temui DPR, Empat Proyek Ditargetkan Rampung Bertahap hingga 2028
- Bunker Bawah Tanah Rp 80 Miliar di Los Angeles Terjual, Apa Keistimewaannya?
- Rumah Kesha Ratuliu Disebut Sempit, Ini Pelajaran soal Prioritas Hunian Keluarga
- Kampung Pelangi dan Kontras Hunian di Tengah Kawasan Elite Jakarta Selatan
- Penjualan Rumah Subsidi Turun, Himperra Usulkan Insentif dan Perluasan FLPP
- Shani Shingnapur, Kota di India dengan Rumah Tanpa Pintu
- Kisah Marmer Masjid Nabawi dan Pelajaran Memilih Material Hunian
- Rumah Saudagar di Lubang Buaya, Saksi Sejarah yang Dipertahankan Tetap Asli
- Danantara Lanjutkan Pembangunan Apartemen LRT City Mulai 1 Oktober 2026
- LHKPN Kalapas Cibinong Nonaktif Catat Lima Properti Senilai Rp 2,7 Miliar
- Realisasi FLPP 2026 Baru 45,15 Persen, Pasokan dan Kelayakan KPR Jadi Tantangan
- Kasus Penipuan Investasi Properti Rp 698 Miliar, Pelajaran Penting bagi Investor
- Proyek Ballroom Gedung Putih Disorot, Trump Ajak Xi Jinping Melihat Pembangunan
- Revitalisasi Keraton Solo Menjangkau 13 Kawasan dengan Anggaran Rp150 Miliar
- BRAN Akan Tangani Konflik Tanah Komunal Setelah RUU Reforma Agraria Disahkan
- Kasus Apartemen Mangkrak di Ciputat, Kerugian Ana Riana dan Pelajaran bagi Pembeli
- Pemerintah Siapkan Batas Minimum dan Maksimum Kepemilikan Tanah
- Rumah Baru Rey Mbayang dan Dinda Hauw di Tangsel Masuki Tahap Finishing
- Rumah Indonesia di Nagoya Menjadi Pusat Layanan 430 Atlet Asian Games 2026
- Sulawesi Selatan Targetkan Bangun dan Renovasi 142 Rumah Layak pada 2026
- Status HGB Summarecon di Bogor Belum Berubah di Tengah Pemeriksaan KPK
- ATR/BPN Terima Aset Rampasan KPK untuk Rumah Dinas dan Operasional
- Summarecon Agung Hormati Proses Hukum Kasus Dugaan Suap HGB di Bogor
- Adhi Karya Pastikan ADCP Tidak Dilepas, Empat Proyek Belum Serah Terima Masih Dikaji
- Sekitar 7.000 Kawasan Kumuh Masih Menjadi Tantangan Perumahan Indonesia
- Program Bedah Rumah Targetkan 400.000 Hunian, Penghasilan di Bawah UMP Bisa Mengajukan
- Harga Rumah Subsidi 2027 Masih Dibahas, Usulan Kenaikan 12 Persen Jadi Pertimbangan
- Konstruksi Bawah Tanah Iran Disorot, Ini Pelajaran Due Diligence bagi Pembeli Properti
- Rumah Nicolas Cage di Malibu Terancam Lubang Besar Setelah Hujan Deras
- Penthouse Dekat Kedutaan Israel Dijual, Harga Salah Satu Unit Turun Rp165 Miliar
- BNPB Verifikasi 51.591 Rumah Terdampak Gempa Flores NTT
- Abu Vulkanik Masuk Rumah, Pengalaman Sejumlah Figur Publik Jadi Pengingat bagi Penghuni
- RUPSLB Kedua Modernland Akan Bahas Pengalihan dan Penjaminan Aset
- 500 Rumah Modular Tahan Gempa Disiapkan untuk Korban Bencana NTT
- DPR Soroti Syarat Program Bedah Rumah yang Dinilai Terlalu Rumit
- 250 Rumah Gratis untuk MBR di Tangerang Belum Disalurkan Meski Pembangunan Rampung
- Arahan Prabowo: Kualitas Rumah dan Lingkungan Permukiman Perlu Ditingkatkan
- KPR Subsidi Tenor 40 Tahun Belum Bisa Disalurkan, Bank Menunggu Arahan BP Tapera
- Genteng Sabut Kelapa BRIN Tawarkan Material Atap Ringan dari Limbah
- Rumah di Atas Sungai Dikaji sebagai Alternatif Hunian Perkotaan
- KPR 40 Tahun Ditawarkan di Danantara Housing Expo 2026, Apa yang Perlu Dicermati?
- Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Lebih dari 130 Ribu Pilihan Rumah
- Cicilan Rusun Subsidi Meikarta Mulai Rp1,7 Juta, Ini Syarat FLPP dan Hal yang Perlu Dicermati
- Desa Adat Sade Direkonstruksi, Arsitektur Tradisional Sasak Tetap Dipertahankan
- Rumah Tahan Gempa BRIN Tetap Kokoh Setelah Gempa M7,7 di NTT
- MA AS Izinkan Pembangunan Ballroom Gedung Putih Senilai Rp 7,1 Triliun Berlanjut
- Serapan Anggaran Kementerian PKP Capai Rp 3,608 Triliun, Bedah Rumah Jadi Prioritas
- Menteri PKP Usulkan Larangan Atap Asbes untuk Rumah Baru dan Renovasi Pemerintah
- Perumahan Dekat Meruya, Pilihan Rumah Nyaman di Jakarta Barat yang Masih Layak Dilirik
- Cara Mengajukan KPR untuk Rumah di Meruyaland, Begini Alurnya dari Booking Hingga Akad
- Jual Rumah Meruya Utara? Kenapa Banyak Orang Sekarang Mulai Melirik Kawasan Ini
- 7 Ciri Rumah Membawa Sial
- Tempat Ngopi di Meruya Dari Mulai Cafe, Coffee Shop, dan Warung Kopi
- Perumahan Jakarta Barat Harga Terjangkau Kualitas Terbaik
- Meruya di Jakarta Mana? Ini Lokasi, Kode Pos, dan Tempat Populer di Meruya Jakarta Barat
- Cari Rumah & Tanah di Meruya? MeruyaLand.com Saja!
- Sambut Tahun Baru 2026 Dengan Punya Rumah Baru
- Rumah Mewah di Jakarta Barat 2 Lantai
- Perumahan Eksklusif Jakarta Barat Meruya Land
- Meruya Land Daerah Strategis Untuk Hunian Masa Depan Keluarga Anda
- Rumah Dijual Jakarta Barat Tanpa Perantara Meruya Land
- Cari KPR Rumah di Jakarta Barat, Meruya Land Saja!
- Cari Rumah Dijual Jakarta Barat? Temukan Pilihan Terbaik di Sini!
- Tempat Nongkrong di Meruya
- Jual Rumah Cluster Meruya 2 Lantai Luas 125 Meter lebih
- Harga Rumah di Meruya Jakarta Barat
- Rumah Meruya Dijual Luas 124 Meter 2 Lantai
- Perumahan Cluster Baru Meruya
- Menjelajahi Meruya, Jakarta Barat - Kode Pos dan Informasi Penting
- Cari Rumah Meruya Residence Jakarta Barat? Meruya Land Solusinya
- Tips Biaya Renovasi Rumah di Jakarta Lengkap, Hemat dan Efisien
- Jual Rumah di Meruya Jakarta Barat - Meruyaland Pilihan Terbaiknya
- Mencari rumah real estate di Jakarta Barat untuk investasi? Meruyaland
- Pasar Meruya, Jakarta Barat: Mengintip Denyut Kehidupan Pasar Tradisional
- Meruya: Kebijakan Ganjil Genap dalam Mengatasi Kemacetan
- Kode Pos Meruya Utara: Informasi Lengkap dan Pentingnya Bagi Warga
- Perumahan Baru di Jakarta Barat: Investasi Cerdas di Meruya Land
- Rumah Murah di Jakarta Barat: Temukan Pilihan Terbaik di Meruya Land
- Perumahan bebas banjir di Jakarta Barat
- Kredit Rumah Murah di Jakarta Barat Solusi Hunian Modern bagi Generasi Milenial
- Perumahan di Jakarta Barat Milenial Dengan Desain Modern
- Rumah dijual di Kembangan Jakarta Barat Harga Terjangkau
- Cari Rumah di Daerah Meruya? Meruya Land Pilihan Terbaik Anda
- Dijual Rumah Cluster Premium Murah di Jakarta Utara
- Beli Rumah Cluster di Jakarta? Pilih Meruya Land!
- Rumah 2 Lantai Tanah Luas +-120 meter Dijual Di Jakarta Harga Terjangkau
- Rumah Dijual di Meruya Jakarta Utara
- Update Harga Tanah per Meter di Jabodetabek Tahun 2023
- Ini Penyebab Harga Rumah Terus Naik
- Investasi
dikembangkan oleh
Official Lending Partner