Bunker Bawah Tanah Rp 80 Miliar di Los Angeles Terjual, Apa Keistimewaannya?

2026-10-08 13:00:44

2026-10-08 13:00:44

Bunker Bawah Tanah Rp 80 Miliar di Los Angeles Terjual, Apa Keistimewaannya?

Sebuah properti bawah tanah di Los Angeles, Amerika Serikat, baru saja terjual dengan nilai sekitar US$ 4,5 juta atau setara Rp 80 miliar berdasarkan kurs Rp 17.894. Bukan sekadar rumah berukuran besar, properti tersebut merupakan bunker tahan bencana yang dibangun pada era Perang Dingin dan tersembunyi 7,9 meter di bawah permukaan tanah.

Pembelinya adalah Zak Bagans, bintang acara “Ghost Adventures” yang dikenal menyukai hal-hal mistis. Namun, pria berusia 48 tahun itu tidak berencana langsung menjadikan bunker tersebut sebagai tempat tinggal. Properti itu kini dibuka untuk umum dengan konsep seperti museum.

Warisan Properti dari Era Perang Dingin

Bunker tersebut dibangun pada 1978 untuk seorang filantropis yang juga merupakan pendiri Dawson School. Informasi itu bersumber dari Koleksi Khusus Universitas Nevada Las Vegas (UNLV), sebagaimana dilaporkan New York Post.

Pembangunnya adalah Jay Swayze, seorang penginjil yang telah berpengalaman mengembangkan bunker pada masa tersebut. Swayze meyakini bahwa permukaan bumi pada suatu waktu dapat menjadi tidak layak dihuni. Pandangan itu menjadi latar bagi pengembangan hunian bawah tanah yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung, tetapi juga dirancang untuk mendukung kehidupan sehari-hari.

Menurut arsip UNLV, Jay dan saudaranya, Kenneth Swayze, lebih dahulu membangun rumah bawah tanah di Plainview, Texas. Keduanya kemudian membentuk World Underground Homes Corporation. Konsep yang diperkenalkan Jay menggambarkan bunker seperti “kapal dalam botol”, yakni bangunan hunian yang ditempatkan di dalam struktur pelindung.

Tujuan awal konsep itu adalah menyediakan perlindungan dari serangan nuklir, seperti diperlihatkan dalam demonstrasi pada 1961. Dalam perkembangannya, kehidupan bawah tanah diperkenalkan melalui pameran sebagai gagasan yang futuristik, aman, dan nyaman, bukan sekadar respons terhadap ketakutan. Swayze bahkan membayangkan sekolah dan pusat perbelanjaan dapat dibangun di bawah tanah.

Fasilitas Lengkap di Kedalaman 7,9 Meter

Bangunan yang terlihat di atas permukaan tidak menampilkan kemewahan mencolok. Meski demikian, properti ini berdiri di atas lahan seluas lebih dari satu hektare. Rumahnya memiliki lima kamar tidur dan enam kamar mandi.

Daya tarik utama justru berada di bawah tanah. Area bunker mempunyai luas 1.358 meter persegi dan memuat bangunan utama serta beragam fasilitas. Di dalamnya terdapat kolam renang indoor, lapangan golf mini, teater, lantai dansa, bar, sauna, dan jacuzzi.

Detail interiornya turut membentuk suasana yang tidak lazim untuk sebuah tempat perlindungan. Bunker itu dilengkapi mural yang dilukis dengan tangan dan pepohonan palsu hasil pahatan. Langit buatan di dalam ruang juga dapat berubah menjadi terang atau gelap dengan mengikuti waktu pagi dan malam yang sebenarnya.

Keseluruhan suasananya disebut menyerupai tempat hiburan Las Vegas pada dekade 1970-an. Perpaduan skala, fasilitas rekreasi, dan elemen dekoratif tersebut menunjukkan bahwa bunker ini sejak awal tidak semata dirancang sebagai ruang darurat yang sederhana.

Dari Hunian Privat Menjadi Tempat Terbuka

Keputusan Bagans membuka bunker untuk umum mengubah fungsi praktis properti setelah transaksi. Alih-alih segera ditempati sebagai rumah pribadi, bangunan bersejarah itu dapat dilihat seperti sebuah museum. Langkah ini sejalan dengan karakter properti yang menyimpan jejak gagasan hunian futuristik pada masa ketegangan nuklir Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Kepemilikan bunker di bawah rumah ternyata disebut sebagai hal yang umum di Los Angeles. Jay Swayze merupakan salah satu tokoh yang cukup masif membangun jenis properti tersebut. Dalam bunker yang baru terjual ini, gagasan perlindungan dan kenyamanan diwujudkan melalui ruang tinggal berukuran luas serta fasilitas hiburan yang lengkap.

Catatan Praktis bagi Pembeli Rumah dan Investor

Kisah bunker Los Angeles ini memperlihatkan bahwa karakter sebuah properti dapat ditentukan oleh lebih dari tampilan bangunan di permukaan. Luas ruang, kedalaman konstruksi, latar sejarah, tujuan awal pembangunan, dan perubahan fungsi setelah dibeli menjadi bagian penting dalam memahami aset yang tidak konvensional.

Bagi pembeli rumah atau investor Indonesia, contoh tersebut dapat menjadi pengingat untuk melihat properti secara menyeluruh. Pemeriksaan tidak cukup berhenti pada jumlah kamar atau fasilitas yang terlihat. Riwayat pembangunan, rancangan ruang, fungsi yang dapat dijalankan, serta kesesuaian properti dengan tujuan kepemilikan perlu dipahami sebelum menilai kegunaannya.

Kasus ini juga menunjukkan adanya perbedaan antara harga transaksi dan rencana pemanfaatan. Meski dibeli sekitar Rp 80 miliar, bunker itu tidak langsung digunakan sebagai tempat tinggal oleh pemilik barunya. Artinya, cara sebuah properti dimanfaatkan bisa berbeda dari fungsi asalnya, terutama jika bangunan memiliki sejarah dan desain yang khas.

Untuk kebutuhan hunian yang lebih dekat dengan aktivitas perkotaan, pembaca dapat mempertimbangkan karakter rumah modern di Jakarta Barat sesuai kebutuhan pribadi dan keluarga. Informasi mengenai pilihan hunian serta lingkungan kawasan dapat dijelajahi melalui MeruyaLand.

Sumber Informasi

detikProperti — Ada Bunker 'Anti Kiamat' Rp 80 M, Isinya Bikin Melongo!

Saatnya Memiliki Rumah Modern di Jakarta Barat

Temukan hunian berkualitas dengan desain modern dan lokasi strategis bersama MeruyaLand.

🏡 Lihat tipe rumah dan promo terbaru di MeruyaLand.com

Artikel lainnya

dikembangkan oleh

Infiniti Office, Arcade Business Center 6th Floor Unit 6-03, Jl. Pantai Indah Utara 2 Kav. C1, PIK Penjaringan, Jakarta Utara 14460

meruyaland@gmail.com

Frida 081296368540

Ruslan 085211592799

Official Lending Partner