Rumah Terbengkalai di Philadelphia Jadi Lokasi Penyelidikan, Tulang dan Brankas Ditemukan

2026-10-21 13:00:35

2026-10-21 13:00:35

Rumah Terbengkalai di Philadelphia Jadi Lokasi Penyelidikan, Tulang dan Brankas Ditemukan

Sebuah rumah terbengkalai di kawasan Olney, Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, menjadi pusat penyelidikan kasus hilangnya sedikitnya tujuh perempuan. Pemeriksaan terbaru terhadap properti tersebut mengungkap temuan tulang di halaman belakang dan sebuah brankas yang tersembunyi di dalam bangunan.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana sebuah properti dapat menjadi bagian penting dari penyelidikan kriminal sekaligus memunculkan persoalan bagi lingkungan sekitarnya. Selain pencarian barang bukti, pemerintah kota kelak harus menentukan apakah bangunan dipulihkan, dibongkar, atau dinyatakan tidak layak dihuni.

Tulang Diperiksa di Laboratorium Forensik

Tulang ditemukan pada pekan lalu di halaman belakang rumah yang pernah ditempati mendiang Raymond Charles “R.C.” Horsch. Kantor Pemeriksa Medis Philadelphia telah membawa temuan tersebut ke laboratorium forensik untuk memastikan apakah tulang itu berasal dari manusia atau hewan.

Tim penanganan barang bukti FBI juga menyisir tanah di bawah tenda yang didirikan pada area penggalian. Pencarian belum berhenti di halaman belakang karena penggalian tambahan direncanakan pada bagian depan properti.

Beberapa hari sebelum tulang ditemukan, aparat membongkar dinding dan papan lantai untuk mencari petunjuk. Dalam proses itu, mereka menemukan sebuah brankas tersembunyi. Isi brankas tersebut belum diketahui ketika laporan sumber diterbitkan.

Penyelidikan Berawal Setelah Penangkapan Pemilik Rumah

Rumah itu kini tercatat dimiliki Eugene Horsch, putra Raymond Horsch, yang sedang ditahan. Penyelidikan lintas lembaga mendapat perhatian setelah Eugene ditangkap pada Juni dan telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Penyidik sebelumnya menyita lebih dari satu juta foto dan video dari rumah tersebut. Setelah meninjau bukti visual itu, polisi menduga sedikitnya lima dari tujuh perempuan yang dikaitkan dengan perkara tersebut kemungkinan telah meninggal. Meski demikian, hingga kini belum ada jenazah yang ditemukan.

Inspektur Kepolisian Philadelphia Ray Evers menjelaskan bahwa penilaian tersebut bergantung pada keaslian materi rekaman. Menurutnya, apabila gambar dalam video nyata dan tidak mengalami perubahan, kantor pemeriksa medis menilai orang-orang yang terlihat di dalamnya telah meninggal dunia.

Salah satu rekaman dengan metadata 2017 diduga memperlihatkan Raymond mencekik seorang perempuan setelah memberikan obat-obatan. Media setempat mengidentifikasi perempuan itu sebagai Nicole Fusaro, 27 tahun, yang dilaporkan hilang pada 2018. Rekaman lain diduga menampilkan Gabrielle Amarando, 22 tahun, dan Maribel Fresses, 28 tahun, dalam kondisi yang mengindikasikan keduanya telah meninggal.

Amarando dilaporkan hilang sejak 2012, sedangkan Fresses terakhir terlihat pada 2018. Amy McHale, istri Raymond yang berusia 44 tahun, juga menghilang dari rumah tersebut pada 2016. Raymond meninggal akibat penyakit pada 2025 sebelum menghadapi dakwaan terkait kasus-kasus orang hilang itu.

Riwayat Kepemilikan Properti Turut Ditelusuri

Catatan properti menunjukkan rumah dialihkan kepada Eugene pada 2007 dengan nilai transaksi yang dilaporkan sebesar US$40.114. Pemilik sebelumnya ialah Helen Hoersch, bibi Raymond, yang meninggal di rumah itu pada 2004 pada usia 83 tahun.

Berdasarkan catatan yang ditinjau Realtor, Raymond menandatangani dokumen pengalihan kepada putranya dengan memakai surat kuasa atas nama bibinya yang telah meninggal. Informasi tersebut membuat riwayat kepemilikan rumah ikut menjadi bagian yang diperhatikan di tengah penyelidikan.

Bagi pembeli rumah dan investor di Indonesia, peristiwa ini memberi pelajaran praktis mengenai pentingnya pemeriksaan legalitas dan riwayat properti secara cermat. Dokumen kepemilikan, dasar kewenangan pihak yang mengalihkan aset, kondisi fisik bangunan, serta informasi yang dapat memengaruhi pemanfaatan properti perlu diperiksa sebelum keputusan transaksi dibuat. Kasus Philadelphia ini juga menunjukkan bahwa status sebuah bangunan dapat tetap tidak pasti selama proses hukum berlangsung.

Nasib Bangunan Menunggu Penyelidikan Selesai

Anggota Dewan Kota Philadelphia Anthony Phillips mengatakan proses resmi pemerintah kota baru akan menentukan langkah terhadap rumah tersebut setelah penyelidikan kriminal selesai. Kemungkinan yang dipertimbangkan mencakup penetapan sebagai bangunan tidak layak huni, pembongkaran, atau pemulihan menyeluruh.

Pencarian barang bukti turut berdampak pada warga sekitar. Aparat menutup sejumlah ruas jalan, mengerahkan alat berat, dan membatasi parkir. Warga juga mempertanyakan lamanya penyelidikan, area yang dapat dilalui, serta kemungkinan penggalian di jalan atau trotoar. Phillips mengakui rumah seperti itu dapat meninggalkan noda pada citra sebuah kawasan.

Dari sudut pandang properti, dampak sebuah bangunan tidak berhenti pada batas lahannya. Kondisi fisik, status hukum, akses lingkungan, dan persepsi kawasan dapat saling berkaitan. Karena itu, calon pembeli di Indonesia sebaiknya menilai rumah sekaligus lingkungan terdekatnya, termasuk akses, kondisi bangunan sekitar, dan potensi gangguan yang dapat memengaruhi kenyamanan.

Bagi pembaca yang sedang mempertimbangkan hunian modern di Jakarta Barat, informasi kawasan dan kondisi properti tetap layak dipelajari secara menyeluruh. Kunjungi MeruyaLand untuk mengenal pilihan hunian dan konteks lingkungan yang relevan dengan kebutuhan Anda.

Sumber Informasi

Detik Properti: Rumah Terbengkalai Dibongkar, Ditemukan Tulang dan Brankas Misterius

Saatnya Memiliki Rumah Modern di Jakarta Barat

Temukan hunian berkualitas dengan desain modern dan lokasi strategis bersama MeruyaLand.

🏡 Lihat tipe rumah dan promo terbaru di MeruyaLand.com

Artikel lainnya

dikembangkan oleh

Infiniti Office, Arcade Business Center 6th Floor Unit 6-03, Jl. Pantai Indah Utara 2 Kav. C1, PIK Penjaringan, Jakarta Utara 14460

meruyaland@gmail.com

Frida 081296368540

Ruslan 085211592799

Official Lending Partner