Danantara Siapkan 12 Smart City, Padalarang Dirancang Tampung hingga 250.000 Hunian

2026-10-16 13:01:10

2026-10-16 13:01:10

Danantara Siapkan 12 Smart City, Padalarang Dirancang Tampung hingga 250.000 Hunian

Rencana pengembangan kota pintar berbasis aset badan usaha milik negara mulai menunjukkan arah yang lebih konkret. Danantara bersama Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) akan mengembangkan smart city di 12 lokasi, dengan tiga kawasan awal yang telah diungkap berada di Walini atau Padalarang, Batang, dan Deli Serdang.

Program tersebut tidak sekadar menempatkan hunian sebagai pusat pembangunan. Kawasan dirancang terhubung dengan fasilitas umum dan infrastruktur memadai, menyerupai konsep Transit Oriented Development (TOD). Rumah sakit, fasilitas pendidikan, dan hunian bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah termasuk dalam rencana pengembangannya.

Aset BUMN Menjadi Fondasi Pengembangan

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, mengatakan 12 smart city akan dibentuk di berbagai kota. Namun, skala setiap kawasan disebut tidak mencapai ribuan hektare.

Untuk tiga lokasi yang sudah disebutkan, pembangunan akan memanfaatkan lahan milik PTPN. Danantara juga berencana membentuk sebuah perusahaan yang bertugas memegang serta mengelola aset-aset tersebut pada tahap berikutnya.

Mekanisme yang disiapkan mencakup pengalihan atau pemasukan aset PTPN di Walini, Padalarang; Batang; serta tanah di kawasan Medan, tepatnya Deli Serdang, ke dalam perusahaan tersebut. Sementara itu, lokasi sembilan smart city lainnya belum diumumkan. Seluruh kawasan yang masuk dalam program ini direncanakan tetap menggunakan aset BUMN sebagai dasar pembangunan.

Keterangan BUMN menyebut kota masa depan berkonsep smart city akan menjadi entitas yang mengembangkan proyek dengan memanfaatkan aset perusahaan negara. Arahnya adalah membentuk kota terintegrasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

Padalarang Diproyeksikan Memiliki 200.000-250.000 Hunian

Dari lokasi yang telah dibuka kepada publik, rencana di Padalarang menjadi yang paling terperinci. Kawasan tersebut diproyeksikan menyediakan sekitar 200.000 hingga 250.000 unit hunian dengan skema perumahan terjangkau untuk kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Pembelian hunian nantinya direncanakan dapat memakai Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Selain pembangunan rumah, rencana kawasan Padalarang juga mencakup infrastruktur pendukung dan pemindahan TOD agar kota yang dibangun dapat berfungsi sebagai kawasan yang hidup.

Besarnya jumlah unit membuat Padalarang menonjol dalam informasi awal proyek. Meski demikian, sumber belum memerinci tahapan pembangunan, jadwal penyelesaian, bentuk hunian, maupun pembagian jumlah unit pada setiap tahap. Rincian sembilan lokasi lain juga masih menunggu pengumuman berikutnya.

Konsep Terintegrasi Perlu Dibaca Secara Menyeluruh

Bagi calon pembeli rumah, angka pasokan hunian merupakan satu bagian dari gambaran besar. Rencana keberadaan rumah sakit, pendidikan, infrastruktur, dan konektivitas berbasis TOD menunjukkan bahwa kelayakan kawasan perlu dinilai sebagai satu ekosistem, bukan hanya dari unit tempat tinggalnya.

Informasi awal ini dapat dijadikan dasar untuk menyusun daftar hal yang perlu dipantau. Calon penghuni dapat mencermati kejelasan lokasi dan status pengelolaan lahan, tahapan pembangunan fasilitas umum, hubungan kawasan dengan TOD, serta ketentuan penggunaan KPR subsidi atau FLPP ketika rincian resmi diterbitkan.

Karena proyek masih berupa rencana pengembangan dan belum seluruh lokasinya diumumkan, pembeli sebaiknya membedakan antara konsep yang direncanakan dan fasilitas yang sudah tersedia. Hal yang sama berlaku bagi investor: proyeksi jumlah hunian tidak dengan sendirinya memberikan gambaran lengkap tanpa informasi mengenai jadwal, infrastruktur, dan perkembangan kawasan.

Apa yang Perlu Dipantau Pembeli dan Investor?

Pengumuman lanjutan akan menjadi penting untuk menjelaskan cakupan setiap smart city. Perhatian dapat diarahkan pada sembilan lokasi yang belum dibuka, pembentukan perusahaan pengelola lahan, proses pemasukan aset PTPN, serta rincian pelaksanaan di Walini atau Padalarang, Batang, dan Deli Serdang.

Di Padalarang, calon pembeli juga perlu menunggu penjelasan mengenai ketersediaan unit yang dapat memakai pembiayaan subsidi, persyaratan yang berlaku, dan keterhubungan nyata antara hunian dengan fasilitas kawasan. Pendekatan ini membantu masyarakat menilai kesesuaian rencana dengan kebutuhan tempat tinggal dan kemampuan pembiayaan tanpa bergantung hanya pada besarnya target unit.

Rencana 12 smart city memperlihatkan pemanfaatan aset BUMN sebagai fondasi kawasan terpadu dengan unsur hunian terjangkau. Namun, keputusan properti tetap perlu bertumpu pada rincian resmi setiap proyek saat tersedia. Bagi pembaca yang sedang membandingkan pilihan tempat tinggal, hunian modern di Jakarta Barat juga dapat masuk dalam pertimbangan sesuai kebutuhan; informasi lebih lanjut mengenai kawasan tersebut dapat ditemukan melalui MeruyaLand.

Sumber Informasi

Detik Properti: Danantara Mau Bangun 12 Smart City, Ada Padalarang hingga Deli Serdang

Saatnya Memiliki Rumah Modern di Jakarta Barat

Temukan hunian berkualitas dengan desain modern dan lokasi strategis bersama MeruyaLand.

🏡 Lihat tipe rumah dan promo terbaru di MeruyaLand.com

Artikel lainnya

dikembangkan oleh

Infiniti Office, Arcade Business Center 6th Floor Unit 6-03, Jl. Pantai Indah Utara 2 Kav. C1, PIK Penjaringan, Jakarta Utara 14460

meruyaland@gmail.com

Frida 081296368540

Ruslan 085211592799

Official Lending Partner